Puji Pengelolaan Data di Jateng, Komisi I DPR: Sudah Maju Banget
Selasa, 08 November 2022 - 17:19 WIB
loading...
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menerima kunker Komisi I DPR di Semarang, Selasa (8/11/2022). Pertemuan membahas pengelolaan satu data di Jawa Tengah. Foto/Dok. SINDOnews
A
A
A
SEMARANG - Komisi I DPR melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Pemprov Jawa Tengah di Semarang, Selasa (8/11/2022). Komisi I bertemu Gubernur Ganjar Pranowo untuk membahas pengelolaan satu data di Jawa Tengah.
Pengelolaan satu data di Jawa Tengah telah tertuang dalam Pergub No 6/2022 tentang Satu Data Jawa Tengah. Pergub itu merupakan kebijakan tata kelola data untuk menghasilkan data yang akurat, terpadu, mutakhir dan mudah diakses.
Selain itu, Jawa Tengah juga telah memiliki tim tanggap serangan siber yang melaksanakan program JatengProv-CSIRT (Computer Security Incident Response Team). Tim tersebut dibentuk untuk meminimalisir terjadinya serangan siber atau menangani kasus-kasus kebocoran data. Baca juga: Diteken Jokowi, Ini Penjelasan Jenis Data Pribadi dalam UU No 27 Tahun 2022
Hal itu pun membuat Jawa Tengah mendapat apresiasi dari Komisi I DPR atas kesigapannya dalam pengelolaan data maupun mengantisipasi serangan siber.
"Saya apresiasi Jawa Tengah karena sudah maju banget. Terus terang kami sudah ke beberapa daerah dan belum semaju Jawa Tengah. Apalagi tadi disampaikan beberapa kali juga dirujukkan dari temen-temen dari provinsi lain," ujar Ketua Tim Komisi I DPR Abdul Kharis usai pertemuan.
Kharis mengungkapkan dalam pertemuan itu Komisi I DPR juga mendapatkan aspirasi yang cukup baik dari Ganjar beserta jajarannya. Menurut Kharis, dengan terobosan-terobosan yang ada, Jawa Tengah sangat berpotensi menjadi daerah percontohan pengelolaan data dan diterapkan di tingkat nasional.
"Saya kira ini masukannya sangat berarti bagi kami untuk panja ini dan mudah-mudahan nanti secara nasional kita mungkin bisa mencontoh pengelolaan data untuk antisipasi kebocoran data sesuai dengan yang dilakukan Jawa Tengah," ucap Kharis.
Pengelolaan satu data di Jawa Tengah telah tertuang dalam Pergub No 6/2022 tentang Satu Data Jawa Tengah. Pergub itu merupakan kebijakan tata kelola data untuk menghasilkan data yang akurat, terpadu, mutakhir dan mudah diakses.
Selain itu, Jawa Tengah juga telah memiliki tim tanggap serangan siber yang melaksanakan program JatengProv-CSIRT (Computer Security Incident Response Team). Tim tersebut dibentuk untuk meminimalisir terjadinya serangan siber atau menangani kasus-kasus kebocoran data. Baca juga: Diteken Jokowi, Ini Penjelasan Jenis Data Pribadi dalam UU No 27 Tahun 2022
Hal itu pun membuat Jawa Tengah mendapat apresiasi dari Komisi I DPR atas kesigapannya dalam pengelolaan data maupun mengantisipasi serangan siber.
"Saya apresiasi Jawa Tengah karena sudah maju banget. Terus terang kami sudah ke beberapa daerah dan belum semaju Jawa Tengah. Apalagi tadi disampaikan beberapa kali juga dirujukkan dari temen-temen dari provinsi lain," ujar Ketua Tim Komisi I DPR Abdul Kharis usai pertemuan.
Kharis mengungkapkan dalam pertemuan itu Komisi I DPR juga mendapatkan aspirasi yang cukup baik dari Ganjar beserta jajarannya. Menurut Kharis, dengan terobosan-terobosan yang ada, Jawa Tengah sangat berpotensi menjadi daerah percontohan pengelolaan data dan diterapkan di tingkat nasional.
"Saya kira ini masukannya sangat berarti bagi kami untuk panja ini dan mudah-mudahan nanti secara nasional kita mungkin bisa mencontoh pengelolaan data untuk antisipasi kebocoran data sesuai dengan yang dilakukan Jawa Tengah," ucap Kharis.
Lihat Juga :