Dampak COVID-19, 270 Ekor Satwa di Kebun Binatang Medan Terancam Kelaparan
Senin, 27 April 2020 - 20:47 WIB
loading...
A
A
A
"Masalahnya, Medan Zoo tidak mendapat pemasukkan lagi dari penjualan tiket pengunjung yang merupakan sumber pendanaan pakan satwa. Ada 270 ekor satwa di Medan Zoo, dan yang terbesar biaya pakannya yakni harimau yang berjumlah 16 ekor. Dalam sehari harimau minimal makan daging sebanyak 3 kilogram per ekor," paparnya.
Sedangkan untuk biaya pakan satwa sekitar kurang lebih Rp3 juta per hari. Untuk satu bulan diestimasikan sekitar Rp85 juta sampai Rp90 juta.
Biaya tersebut belum termasuk gaji para pegawai di Medan Zoo yang juga terdampak covid-19. "Persoalan kami bukan hanya makanan satwa. Namun pegawai kebun yang bertugas memberi makan satwa juga terdampak. Sedangkan mereka juga harus makan dan menafkahi keluarganya," ungkapnya.
Untuk menyiasati masalah tersebut, lanjut Putrama, Manajemen PD Pembangunan berinisiatif untuk menggalang donasi di internal ASN Pemkot Medan. Namun ternyata hal tersebut juga belum bisa menanggulangi biaya pakan satwa dan gaji pegawai.
"Medan Zoo sejak Maret sudah mengumpulkan donasi namun masih internal pemkot dan sejak Jumat (24/4/2020) kemarin mulai dengan menggalang koin (uang receh) ke publik," ujar Putrama.
Sedangkan untuk biaya pakan satwa sekitar kurang lebih Rp3 juta per hari. Untuk satu bulan diestimasikan sekitar Rp85 juta sampai Rp90 juta.
Biaya tersebut belum termasuk gaji para pegawai di Medan Zoo yang juga terdampak covid-19. "Persoalan kami bukan hanya makanan satwa. Namun pegawai kebun yang bertugas memberi makan satwa juga terdampak. Sedangkan mereka juga harus makan dan menafkahi keluarganya," ungkapnya.
Untuk menyiasati masalah tersebut, lanjut Putrama, Manajemen PD Pembangunan berinisiatif untuk menggalang donasi di internal ASN Pemkot Medan. Namun ternyata hal tersebut juga belum bisa menanggulangi biaya pakan satwa dan gaji pegawai.
"Medan Zoo sejak Maret sudah mengumpulkan donasi namun masih internal pemkot dan sejak Jumat (24/4/2020) kemarin mulai dengan menggalang koin (uang receh) ke publik," ujar Putrama.
Lihat Juga :