Jadi Lokasi Praktik Asusila, Warung Kitik-Kitik di Pantai Sejarah Dibongkar
Selasa, 07 Juli 2020 - 16:29 WIB
loading...
Setelah tiga kali mendapat peringatan namun masih masih membandal, namun pemilik warung tidak mengindahkan peringatan Pemkab Batubara, membuat Satpol PP harus mengerahkan personel melakukan penertiban.(Foto/Inews TV/Fadly Pelka)
A
A
A
BATUBARA - Setelah tiga kali mendapat peringatan namun masih masih membandal, namun pemilik warung tidak mengindahkan peringatan Pemkab Batubara, membuat Satpol PP harus mengerahkan personel melakukan penertiban.
Belasan warung dikawasan wisata yang pintunya "terbalik" alias pintu warung mengarah ke laut itu terpaksa dibongkar.
Kasatpol PP Batubara Abdul Rahman Hadi melalui Kabid Trantib, Safril kepada wartawan, Selasa (7/7/20) mengatakan, belasan warung di lokasi Pantai Sejarah di Desa Perupuk, Kecamatan Lima Puluh Pesisir terpaksa dibongkar. (BACA JUGA: 3 Provokator Demo Anarkis BLT di Madina yang Ditangkap Berasal dari Luar Desa)
Pembongkaran dilakukan atas dasar laporan bahwa keberadaan warung-warung tersebut dinilai telah meresahkan masyarakat. Sebab warung-warung tersebut diduga acap dijadikan tempat "kitik-kitik" alias praktik asusila," kata Saafril.
Dijelaskan Safril, sebelum melakukan pembongkaran, terhadap pemilik warung sudah diberikan peringatan, bahkan sudah tiga kali. Oleh karena peringatan tidak diindahkan maka dengan terpaksa dilakukan penertiban dengan cara pembongkaran.
Belasan warung dikawasan wisata yang pintunya "terbalik" alias pintu warung mengarah ke laut itu terpaksa dibongkar.
Kasatpol PP Batubara Abdul Rahman Hadi melalui Kabid Trantib, Safril kepada wartawan, Selasa (7/7/20) mengatakan, belasan warung di lokasi Pantai Sejarah di Desa Perupuk, Kecamatan Lima Puluh Pesisir terpaksa dibongkar. (BACA JUGA: 3 Provokator Demo Anarkis BLT di Madina yang Ditangkap Berasal dari Luar Desa)
Pembongkaran dilakukan atas dasar laporan bahwa keberadaan warung-warung tersebut dinilai telah meresahkan masyarakat. Sebab warung-warung tersebut diduga acap dijadikan tempat "kitik-kitik" alias praktik asusila," kata Saafril.
Dijelaskan Safril, sebelum melakukan pembongkaran, terhadap pemilik warung sudah diberikan peringatan, bahkan sudah tiga kali. Oleh karena peringatan tidak diindahkan maka dengan terpaksa dilakukan penertiban dengan cara pembongkaran.
Lihat Juga :