Gara-gara Bansos, Perempuan Ini Adu Jotos dengan Anak Ketua RT di Jakarta
Senin, 27 April 2020 - 20:12 WIB
loading...
Salah seorang wrga memperlihatkan lokasi perkelahian antara anak ketua RT dengan seorang perempuan di Koja, Jakarta Utara.Foto/SINDOnews/Yohannes Tobing
A
A
A
JAKARTA - Pembagian bantuan sosial (bansos) kini menjadi persoalan baru di tengah masyarakat karena pembagian yang tidak merata. Di Rawabadak, Koja, Jakarta Utara, seorang
warga yakni, Nur Ayni berkelahi dengan anak Ketua RT 06/RW 08, Imas.
Dalam akun Facebook @Rafaell Fara yang sempat menghebohkan masyarakat, Nur mempertanyakan soal bantuan sosial yang diberikan Pemprov Jakarta. Bukannya mendapat jawaban jelas namun malah mengalami penganiayaan yang dilakukan oleh keluarga RT. "Ditanya baik-baik soal sembako, kok jadi RT-nya ngotot dan berbicara kasar kepada warganya, dan ngusir warganya juga," ungkap Nur di akun Facebooknya, Jumat (25/4/2020).
Selain menceritakan kisah penganiayaan, pemilik akun juga mengunggah foto-foto yang memperlihatkan luka di bagian wajah. Camat Koja, Ade Himawan menuturkan, insiden tersebut bermula ketika dua orang warga bernama Nurhayati dan Nur Ayni menanyakan terkait bantuan sosial ke RW.
Pengurus RW kemudian menginformasikan bahwa bantuan sosial tersebut langsung ditangani pihak RT. Tidak sampai lama kedua warga yang diketahui adik kakak ini langsung menanyakan kepada Ketua RT 006 yang bernama Imas. Namun Imas mengatakan bahwa Nur bukanlah warga yang terdaftar sebagai penerima bansos karena sudah berpindah tempat.
"Nurhayati tidak tinggal di situ lagi, jadi dia tidak berhak menerima bantuan, dikembalikan ke Dinas Sosial," kata Ade. Hingga akhirnya perselisihan tidak bisa dielakkan karens adanya aksi adu mulut antara kedua warga tersebut dengan Ketua RT dan anaknya bernama Prita.
warga yakni, Nur Ayni berkelahi dengan anak Ketua RT 06/RW 08, Imas.
Dalam akun Facebook @Rafaell Fara yang sempat menghebohkan masyarakat, Nur mempertanyakan soal bantuan sosial yang diberikan Pemprov Jakarta. Bukannya mendapat jawaban jelas namun malah mengalami penganiayaan yang dilakukan oleh keluarga RT. "Ditanya baik-baik soal sembako, kok jadi RT-nya ngotot dan berbicara kasar kepada warganya, dan ngusir warganya juga," ungkap Nur di akun Facebooknya, Jumat (25/4/2020).
Selain menceritakan kisah penganiayaan, pemilik akun juga mengunggah foto-foto yang memperlihatkan luka di bagian wajah. Camat Koja, Ade Himawan menuturkan, insiden tersebut bermula ketika dua orang warga bernama Nurhayati dan Nur Ayni menanyakan terkait bantuan sosial ke RW.
Pengurus RW kemudian menginformasikan bahwa bantuan sosial tersebut langsung ditangani pihak RT. Tidak sampai lama kedua warga yang diketahui adik kakak ini langsung menanyakan kepada Ketua RT 006 yang bernama Imas. Namun Imas mengatakan bahwa Nur bukanlah warga yang terdaftar sebagai penerima bansos karena sudah berpindah tempat.
"Nurhayati tidak tinggal di situ lagi, jadi dia tidak berhak menerima bantuan, dikembalikan ke Dinas Sosial," kata Ade. Hingga akhirnya perselisihan tidak bisa dielakkan karens adanya aksi adu mulut antara kedua warga tersebut dengan Ketua RT dan anaknya bernama Prita.
Lihat Juga :