Ini Raja Wanita yang Pernah Memerintah Kerajaan Majapahit, Nomor 2 Hidupkan Budaya Lokal
Selasa, 01 November 2022 - 18:47 WIB
loading...
A
A
A
Di era pemerintahannya, Tribhuwanatunggadewi mengangkat Gajah Mada sebagai Patih Amangkubumi pada 1334 M. Selama kepemimpinannya, Kerajaan Majapahit mengalami masa tenteram dan perluasan wilayah ke pulau-pulau lain.
Pada 1350 M, Tribhuwanatunggadewi meletakkan jabatannya dan memberinya kepada Hayam Wuruk. Namun, setelah turun takhta dia tetap menjadi pembimbing putranya ini ketika memerintah.
2. Dyah Suhita (1429-1447)
Selain Tribhuwanatunggadewi, Dyah Suhita juga tercatat sebagai raja wanita yang pernah memimpin Kerajaan Majapahit. Dalam garis keturunannya, dia merupakan putri dari Raja Wikramawardhana dengan selir Bhre Daha II.
Meski tak pernah menjadi putri mahkota, Suhita menggantikan kedudukan Wikramawardhana sebagai Raja. Dalam terhadap beberapa kemungkinan, yakni karena kakak Suhita yang menjadi putra mahkota telah meninggal hingga untuk menghindari perang saudara.
Terlepas dari alasan yang membuatnya naik takhta, Dyah Suhita menjadi raja wanita Kerajaan Majapahit dengan masa kekuasaan cukup lama. Di era pemerintahannya, hubungan antara Majapahit dan Dinasti Ming semakin dekat.
Di bidang kebudayaan, Dyah Suhita menghidupkan kembali unsur-unsur budaya lokal yang sempat berhenti. Dia banyak membangun tempat pemujaan di lereng gunung dengan struktur bangunan punden berundak yang menjadi ciri khas arsitektur Indonesia.
Pada 1350 M, Tribhuwanatunggadewi meletakkan jabatannya dan memberinya kepada Hayam Wuruk. Namun, setelah turun takhta dia tetap menjadi pembimbing putranya ini ketika memerintah.
2. Dyah Suhita (1429-1447)
Selain Tribhuwanatunggadewi, Dyah Suhita juga tercatat sebagai raja wanita yang pernah memimpin Kerajaan Majapahit. Dalam garis keturunannya, dia merupakan putri dari Raja Wikramawardhana dengan selir Bhre Daha II.
Meski tak pernah menjadi putri mahkota, Suhita menggantikan kedudukan Wikramawardhana sebagai Raja. Dalam terhadap beberapa kemungkinan, yakni karena kakak Suhita yang menjadi putra mahkota telah meninggal hingga untuk menghindari perang saudara.
Terlepas dari alasan yang membuatnya naik takhta, Dyah Suhita menjadi raja wanita Kerajaan Majapahit dengan masa kekuasaan cukup lama. Di era pemerintahannya, hubungan antara Majapahit dan Dinasti Ming semakin dekat.
Di bidang kebudayaan, Dyah Suhita menghidupkan kembali unsur-unsur budaya lokal yang sempat berhenti. Dia banyak membangun tempat pemujaan di lereng gunung dengan struktur bangunan punden berundak yang menjadi ciri khas arsitektur Indonesia.
Lihat Juga :