Ungkap Penyebab Kematian, Autopsi 2 Korban Tragedi Kanjuruhan Dilakukan Pekan Ini
Senin, 31 Oktober 2022 - 15:15 WIB
loading...
Dua korban Tragedi Kanjuruhan Malang rencananya bakal diautopsi pada pekan ini di pemakaman di daerah Wajak, Kabupaten Malang. Foto/Ilustrasi/Ist
A
A
A
MALANG - Dua korban Tragedi Kanjuruhan Malang rencananya bakal diautopsi pada pekan ini. Autopsi dilakukan di tempat pemakaman di daerah Wajak, Kabupaten Malang. Temuan autopsi bakal diperiksakan di laboratorium.
Dua korban yang rencananya diautopsi adalah NDR (16) dan NDA (14), anak dari Devi Athok Yulfitri (43) warga Desa Krebet Senggrong RT 1 RW 1 Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang.
Baca juga: Kembali Ajukan Autopsi, Keluarga Korban Tragedi Kanjuruhan: Kami Siap
Kuasa hukum Devi Athok, Imam Hidayat menuturkan, autopsi rencananya dilaksanakan di makam dua anak Devi Athok Yulfitri tersebut. Nantinya setelah dilakukan autopsi di pemakaman, hasilnya itu akan dibawa ke laboratorium untuk dicek apakah penyebab kematian.
"Tetapi setelah autopsi, itu diperiksa di laboratorium mana. Itu harus kita kawal. Nanti baru kita pada waktu pembacaan hasilnya. Kalau hasilnya dibawa ke laboratorium yang kita tidak tahu, akhirnya mati karena terinjak-injak, celaka kita. Itu harus kita kawal," ucap Imam Hidayat, saat aksi demonstrasi di depan kantor Kejari Kota Malang, pada Senin siang (31/10/2022).
Dua korban yang rencananya diautopsi adalah NDR (16) dan NDA (14), anak dari Devi Athok Yulfitri (43) warga Desa Krebet Senggrong RT 1 RW 1 Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang.
Baca juga: Kembali Ajukan Autopsi, Keluarga Korban Tragedi Kanjuruhan: Kami Siap
Kuasa hukum Devi Athok, Imam Hidayat menuturkan, autopsi rencananya dilaksanakan di makam dua anak Devi Athok Yulfitri tersebut. Nantinya setelah dilakukan autopsi di pemakaman, hasilnya itu akan dibawa ke laboratorium untuk dicek apakah penyebab kematian.
"Tetapi setelah autopsi, itu diperiksa di laboratorium mana. Itu harus kita kawal. Nanti baru kita pada waktu pembacaan hasilnya. Kalau hasilnya dibawa ke laboratorium yang kita tidak tahu, akhirnya mati karena terinjak-injak, celaka kita. Itu harus kita kawal," ucap Imam Hidayat, saat aksi demonstrasi di depan kantor Kejari Kota Malang, pada Senin siang (31/10/2022).
Lihat Juga :