Random Swab Test Penumpang KRL Commuterline untuk Analisa Penyebaran Covid-19

Senin, 27 April 2020 - 19:51 WIB
loading...
A A A
Dalam kesempatan yang sama, Koordinator Divisi Pelacakan Kontak dan Deteksi Dini Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan, dari hasil analisis awal diketahui bahwa pencegahan ini berangkat dari sumber penyebaran."Dari beberapa data kasus positif di Jawa Barat tadinya hanya dari kedatangan luar negeri kemudian bergerak menjadi klaster-klaster dan sekarang bergerak ke local transmission. Nah dari jumlah ini kurang lebih sekitar 30 persenan yang kita tracking, yang paling berisiko di titik mobilisasi masyarakat seperti di terminal, pelabuhan bandara dan stasiun," ungkapnya.

Dia menjelaskan, sebelumnya sudah dilakukan hal serupa di Terminal Leuwipanjang, Bandung, dan diketahui hasilnya ada satu warga yang positif dari 100 spesimen yang diambil. "Karena pertimbangan itu kemudian kita coba bikin pra analitik untuk di commuterline karena pergerakan cukup tinggi di Jakarta sebagai episentrum dan Bogor sebagai pergerakan masyarakat," jelasnya.

Dedi menambahkan, pada test swab di Stasiun Bogor dilakukan pengambilan sampel spesimen kepada 350 orang. "Dari 350 itu dibagi dua kategori, 300 sampling untuk penumpang dan 50 untuk petugas. Karena petugas juga memiliki risiko lantaran bersinggungan langsung dengan masyarakat. Yang 300 sampling itu kita bagi lagi ke dalam dua kategori, yakni kedatangan dan keberangkatan. Karena kita tidak punya data awal makanya kita sampling berdasarkan usia yang mempunyai risiko tinggi, yakni penumpang berusia 50 tahun ke atas kurang lebih 200 orang dan di bawah usia itu sisanya," terangnya.

Hasil swab test tersebut, lanjutnya, akan diketahui dalam waktu 3-4 hari. "Tadi kan penumpang yang swab diberikan formulir dan isi nomor kontak. Nanti hasilnya, baik positif maupun negatif akan diumumkan secara personal melalui SMS. Kalau yang positif langsung dilakukan penjemputan oleh Dinas Kesehatan setempat," ucapnya.
(hab)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menteri PPPA Minta Maaf...
Menteri PPPA Minta Maaf soal Usul Gerbong KRL Khusus Perempuan Dipindah ke Tengah
Viral Kasus Pelecehan...
Viral Kasus Pelecehan Seksual di KRL, KAI Sudah Serahkan Pelaku ke Polisi
Penumpang Commuter Line...
Penumpang Commuter Line Boleh Berbuka Puasa di Dalam KRL, Simak Ketentuannya
Rekomendasi
Mungkinkah Turki Serius...
Mungkinkah Turki Serius Hidupkan Kembali Kekuasaan Kekaisaran Ottoman untuk Membebaskan Yerusalem?
Ekonom: Kebijakan BI...
Ekonom: Kebijakan BI dan Pemerintah Memperkuat Rupiah Sudah Tepat
GoPro Sekarat: Dari...
GoPro Sekarat: Dari Bintang Wall Street Rp198 Triliun Jadi Saham Receh
Berita Terkini
Kasus Penipuan Hanania...
Kasus Penipuan Hanania Travel, Polda Metro Periksa 70 Saksi
Kuasa Hukum Roy Suryo...
Kuasa Hukum Roy Suryo Beberkan Konstruksi Laporan Terhadap Lechumanan dan Rismon
Kader PPP Segera Laporkan...
Kader PPP Segera Laporkan Taj Yasin, Agus Suparmanto, dan Thobahul Aftoni ke Polda Metro
PTUN Serang Tutup Gugatan...
PTUN Serang Tutup Gugatan Yayasan Syarif Hidayatullah, Pengacara: Kepemilikan UIN Jakarta Kian Tegas
SDN di NTT Dibongkar...
SDN di NTT Dibongkar untuk KDMP, Andreas PDIP: Jangan Korbankan Program Lainnya
Program Perempuan Berdaya...
Program Perempuan Berdaya Sandiaga Uno, Peserta Raup Pesanan Jutaan Rupiah
Infografis
Penyebab Kasus Covid-19...
Penyebab Kasus Covid-19 di Singapura dan Malaysia Melonjak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved