Pemimimpin Gereja Ortodoks Rusia Sebut Pengubahan Hagia Sophia Ancaman Bagi Kristen

Selasa, 07 Juli 2020 - 09:05 WIB
loading...
Pemimimpin Gereja Ortodoks...
Patriark Kirill, pemimpin Gereja Ortodoks Rusia, menolak rencana Turki untuk mengubah Hagia Sophia menjadi masjid. Foto : SINDOnews/Doc
A A A
MOSKOW - Pengubahan Hagia Sophia menjadi sebuah masjid disebut akan mengancam peradaban dan sejarah Kristen di seluruh dunia. Kata Pemimpin Gereja Ortodoks Rusia, Patriark Kirill, rencana ini juga menjadi ancaman bagi agama Kristen.

"Ancaman terhadap Hagia Sophia adalah ancaman bagi semua peradaban Kristen, yang berarti (ancaman terhadap) spiritualitas dan sejarah kita," kata Patriark Kirill dalam sebuah pernyataan.

"Apa yang bisa terjadi pada Hagia Sophia akan menyebabkan rasa sakit yang dalam di antara orang-orang Rusia," sambungnya, seperti dilansir Reuters pada Selasa (07/07/2020). Baca : Protokol Haji 2020, Jamaah Dilarang Sentuh Ka'bah dan Hajar Aswad

Sementara itu, Kremlin mengatakan bahwa pihaknya berharap pihak berwenang Turki akan mempertimbangkan status Hagia Sophia sebagai Situs Warisan Dunia.

"Ini adalah mahakarya tercinta dunia bagi para wisatawan dari semua negara yang mengunjungi Turki, termasuk bagi para wisatawan dari Rusia, yang bagi mereka Hagia Sophia, selain dari nilai pariwisatanya, memiliki nilai spiritual keramat yang sangat dalam," kata juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov.

Presiden Turki, Tayyip Erdogan pekan lalu mengatakan bahwa kritikan atas rencana perubahan status Hagia Shopia adalah serangan terhadap kedaualatan Turki. Baca Juga : Serangan Cyber Korut Bisa Terjadi Saat Pilpres Amerika

Banyak orang Turki berpendapat bahwa status masjid akan lebih mencerminkan identitas Turki sebagai negara yang mayoritas penduduknya Muslim dan jajak pendapat menunjukkan sebagian besar warga Turki mendukung perubahan status itu.
(sri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Polda Metro Jaya Kerahkan...
Polda Metro Jaya Kerahkan 4.500 Personel Amankan Perayaan Paskah Hari Ini
Penabur Berbagi Perkuat...
Penabur Berbagi Perkuat Peran Guru Kristen dalam Panggilan Pendidikan Gereja dan Bangsa
Hadiri Kebaktian Gereja...
Hadiri Kebaktian Gereja Reformed Injili Indonesia Kota Bandung, Stafsus Menag Tegaskan Pemenuhan Hak Beribadah
Dari Turki, Rano Karno...
Dari Turki, Rano Karno Bawa Oleh-oleh Investasi Rp21 Triliun untuk Pembangunan RS Internasional
Keuskupan Ruteng Ajak...
Keuskupan Ruteng Ajak Umat Gelar Misa Arwah Mengenang Paus Fransiskus
Bos Gangster Meksiko...
Bos Gangster Meksiko Ditangkap di Nganjuk usai Tembak Warga Turki di Bali
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
Mungkinkah Turki Serius...
Mungkinkah Turki Serius Hidupkan Kembali Kekuasaan Kekaisaran Ottoman untuk Membebaskan Yerusalem?
Turki Ingin Rebut dan...
Turki Ingin Rebut dan Bebaskan Yerusalem, Israel Beri Respons Sinis
Rekomendasi
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
Jeda Hidrasi Piala Dunia...
Jeda Hidrasi Piala Dunia 2026: Demi Pemain atau Senjata Rahasia Pelatih?
Berita Terkini
Kang Cucun Ajak Pesantren...
Kang Cucun Ajak Pesantren Cetak Santri Unggul Berjiwa Wirausaha dan Literasi Digital
Peringati Tahun Baru...
Peringati Tahun Baru Islam, DPP PSI Santuni 100 Anak Yatim dan Duafa
KAMMI Sesalkan Pembubaran...
KAMMI Sesalkan Pembubaran Forum Diskusi di UGM
Gempa Magnitudo 6,7...
Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sulteng, 1 Warga Sigi Meninggal Dunia
Yayasan Syarif Hidayatullah...
Yayasan Syarif Hidayatullah Dipakai Tanpa Izin, UIN Jakarta Siapkan Langkah Hukum
Gunung Merapi Erupsi,...
Gunung Merapi Erupsi, Guguran Lava Meluncur 2 Kilometer ke Arah Barat
Infografis
Ancaman Perang Kian...
Ancaman Perang Kian Nyata, 8 Negara Minta Warganya Tinggalkan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved