alexametrics

Tak Ada Gempa Susulan di Jepara, Warga Diminta Tenang

loading...
Tak Ada Gempa Susulan di Jepara, Warga Diminta Tenang
Warga diminta tenang menyusul gempa bumi yang mengguncang Jepara, Jawa Tengah, Selasa (7/7/2020). Foto/Ilustrasi
A+ A-
JEPARA - Warga diminta tenang menyusul gempa bumi yang mengguncang Jepara, Jawa Tengah. Meski demikian, masyarakat diimbau menghindari bangunan retak atau rusak akibat gempa untuk menghindari hal yang tak diinginkan.

(Baca juga: Gempa 6,1 Skala Richter Guncang Jepara Jawa Tengah)

"Hingga Selasa (7/7/2020) pukul 06.50 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock)," kata Kepala Stasiun Geofisika Banjarnegara BMKG, Setyoajie Prayoedhie, Selasa (7/7/2020).

Dia menyampaikan, masyarakat tak perlu panik dan terpengaruh dengan kabar-kabar yang belum tentu kebenarannya. Berdasarkan hasil pemodelan, menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami.



"Kepada masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa," ujarnya.

(Baca juga: Kasus COVID-19 di Jatim Tak Kunjung Turun, Ini Usulan Kapolda)



"Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah," tambah dia.

Sebelumnya diberitakan, gempa bumi tektonik mengguncang wilayah Laut Jawa pada Selasa (7/7/2020) pukul 05.54 WIB. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter dengan magnitudo 6,1. (Baca juga: Sadis, Perampok 600 Bebek Ikat Korban Bapak dan Anak)

Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 5,77 LS dan 110,64 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 85 kilometer arah utara Mlonggo, Jepara, Jawa Tengah. Gempa tersebut berada di kedalaman 539 kilometer.
(eyt)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak