Rumah Terendam Banjir Sungai Citanduy, Warga Pangandaran Enggan Mengungsi
Jum'at, 28 Oktober 2022 - 21:54 WIB
loading...
Ratusan hektare sawah dan permukiman warga di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, masih terendam banjir luapan Sungai Citanduy. Foto/iNews TV/Irfan Ramdiansyah
A
A
A
PANGANDARAN - Luapan banjir Sungai Citanduy yang dipicu oleh kondisi hujan lebat di wilayah Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, masih menggenangi permukiman warga dan sawah. Namun, warga korban banjir masih enggan untuk mengungsi.
Baca juga: Detik-detik Banjir Bandang Terjang Pusat Kota Majene, Warga Minta Tolong
Banjir tersebut, salah satunya menerjang permukiman warga di Desa Ciganjeng, Kecamatan Padaherang. Selain rumah-rumah warga, luapan banjir Sungai Citanduy juga menenggelamkan ratusan hektare sawah.
Ketinggian luapan banjir Sungai Citanduy bervariatif. Bahkan, ada wilayah yang terendam banjir setinggi satu meter. Salah satu warga, Iis Haryani mengaku, banjir Sungai Citanduy menerjang rumah-rumah warga sejak Rabu (26/10/2022) dini hari, sekitar pukul 02.00 WIB.
Baca juga: Meriah! Suku Moni Rayakan Sumpah Pemuda di Intan Jaya Papua
"Kami semua sempat kaget tiba-tiba banjir datang, sehingga langsung menyelamatkan barang-barang ke tempat yang lebih tinggi. Kami masih belum mengungsi, karena barang-barang tidak ada yang menjaga," tuturnya.
Baca juga: Detik-detik Banjir Bandang Terjang Pusat Kota Majene, Warga Minta Tolong
Banjir tersebut, salah satunya menerjang permukiman warga di Desa Ciganjeng, Kecamatan Padaherang. Selain rumah-rumah warga, luapan banjir Sungai Citanduy juga menenggelamkan ratusan hektare sawah.
Ketinggian luapan banjir Sungai Citanduy bervariatif. Bahkan, ada wilayah yang terendam banjir setinggi satu meter. Salah satu warga, Iis Haryani mengaku, banjir Sungai Citanduy menerjang rumah-rumah warga sejak Rabu (26/10/2022) dini hari, sekitar pukul 02.00 WIB.
Baca juga: Meriah! Suku Moni Rayakan Sumpah Pemuda di Intan Jaya Papua
"Kami semua sempat kaget tiba-tiba banjir datang, sehingga langsung menyelamatkan barang-barang ke tempat yang lebih tinggi. Kami masih belum mengungsi, karena barang-barang tidak ada yang menjaga," tuturnya.
Lihat Juga :