Hutan Jadi Sorotan Perempuan Adat dalam Sarasehan di Dondai

Jum'at, 28 Oktober 2022 - 14:08 WIB
loading...
Hutan Jadi Sorotan Perempuan...
foto: doc Pemkab Jayapura
A A A
JAYAPURA - Jaisa, perempuan asal Massenrempulu, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, hanya bisa pasrah melihat air yang dulu mengalir Gunung Latimojong yang digunakan untuk kebutuhan air bersih dan persawahan, kini sudah mulai mengering akibat perambahan manusia yang tak terkontrol.

Begitu juga dengan Mama Doliana Yakadewa, perwakilan Perempuan AMAN dari Region Papua, wilayah adat Tabi, sudah tak berdaya melihat Cagar Alam Gunung Cycloop yang terus dibabat.

“Kami hanya perempuan. Menurut tradisi budaya kami, perempuan tidak punya hak untuk berbicara masalah tanah dan hutan di rumah adat, padahal, tanah dan hutan itu, untuk kelangsungan hidup generasi yang kami lahirkan,” ujar Doliana Yakadewa dengan mata berkaca-kaca di hadapan peserta sarasehan di Kampung Dondai, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura pada Rabu (26/10/2022).

Ungkapan hati dua perempuan ini ketika mereka sedang membicarakan topik 'Hak Perempuan Adat dalam Kebijakan Negara' dalam sebuah sarasehan yang digelar dua hari berturut-turut di Kampung Dondai, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura, dengan isu yang dibahas yaitu isu gender.

Setiap sesi selalu diwarnai dengan saran dan usul oleh perempuan-perempuan Nusantara dari 7 wilayah yang hadir. Hari Pertama ada dua sesi yang membahas tentang 'Inisiatif Multi Pihak dalam Penghapusan Kekerasan Berbasis Gender', dan di hari kedua membahas tentang 'Perempuan Adat Adalah Pejuang Perubahan Sosial'.

Sesuai dengan realita yang dialami, semua perempuan se-Nusantara dalam Sarasehan di Kampung Dondai, hampir menyampaikan hal yang sama, perlakuan negara lewat kebijakan yang telah menghimpit hak perempuan adat dengan bentuk-bentuk kebijakan yang kurang memberi rasa nyaman.

Hari pertama, ada beberapa hal yang menjadi fokus pembahasan utama dan yang menjadi rekomendasi adalah pendidikan untuk membentuk karakter anak usia dini.

Bagi peserta sarasehan, pendidikan untuk membentuk karakter anak usia dini kurang mendapat perhatian serius dari negara. Peran pendidikan bagi anak usia dini itu dimulai seorang ibu, sampai dengan tingkatan PAUD, juga ibu masih terus mendampingi.

Terungkap juga dalam sarasehan itu, bahwa pekerjaan mendidik seorang anak sejak usia dini membentuk karakter hingga mereka mengenal huruf, tidak sebanding dengan penghargaan yang negara berikan.

Hari kedua, peserta menyoroti status hutan adat yang berubah status menjadi hutan lindung, hal ini mengundang banyak peserta yang hadir angkat bicara. Mereka menyampaikan fakta yang terjadi di daerahnya masing-masing dan juga perlakuan dari kebijakan negara yang mengancam keberadaan masyarakat adat.

Jaisa, perempuan asal Massenrempulu, Kabupaten Enrekang Sulawesi Selatan mengajak semua perempuan Nusantara untuk melihat peran mereka sangat penting untuk masa depan generasih yang mereka lahirkan.

Perjuangan perempuan Enrekang untuk mempertahankan hak-hak masyarakat adat di sana. Pengalaman mereka disampaikan kepada perempuan-perempuan Nusantara untuk berperan aktif dalam mempertahankan jati diri masyarakat adat hingga mendapatkan jaminan dalam bentuk peraturan daerah.

Sementara Mama Doliana Yakadewa, dari wilayah adat Tabi di hadapan peserta sarasehan menyampaikan dinamika yang terjadi di Kabupaten Jayapura, khsusnya bagian Pantura (pantai utara).

“Kami yang punya hutan. Kami yang punya babi hutan. Kami yang punya kayu besi untuk bangun rumah. Kami punya semuanya, namun hak milik kami itu sudah menjadi milik negera dengan ditetapkannya Cycloop sebagai Cagar Alam," ujarnya.
(ars)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
Soroti Investasi di...
Soroti Investasi di Fakfak, Anggota DPD RI Filep: Hormati Hak Masyarakat Adat
Wujudkan Kesejahteraan...
Wujudkan Kesejahteraan Masyarakat, Kemenhut Komitmen Perkuat Perhutanan Sosial
Masyarakat Adat Kawei...
Masyarakat Adat Kawei Raja Ampat Sampaikan Aspirasi ke Anggota DPD RI
PDIP Desak PSN di Merauke...
PDIP Desak PSN di Merauke Dihentikan Sementara
JARI Maju 98 Minta Gubernur...
JARI Maju 98 Minta Gubernur Sherly Bebaskan 11 Aktivis Desa Maba Sangaji
Baleg DPR Genjot Pembahasan...
Baleg DPR Genjot Pembahasan 4 RUU, Termasuk Satu Data Indonesia dan Masyarakat Adat
Mama Papua Hadir di...
Mama Papua Hadir di Pesta Media, Suarakan Upaya Menjaga Hutan
Perjuangkan RUU Masyarakat...
Perjuangkan RUU Masyarakat Hukum Adat, Siti PDIP: Tanpa Masyarakat Adat, Indonesia Tidak Ada
Rekomendasi
Lewat Platform Digital...
Lewat Platform Digital Elevate, SIG Perkuat Pengelolaan SDM dan Budaya Inovasi
Gelar Pertemuan di Ponpes...
Gelar Pertemuan di Ponpes Al Falah Ploso Kediri, Ini Tiga Seruan Masyayikh NU
50 Tokoh Pasang Badan...
50 Tokoh Pasang Badan untuk Roy Suryo, Din Syamsuddin dan Oegroseno Ikut Jadi Penjamin
Berita Terkini
GKSI Berdayakan Peternak...
GKSI Berdayakan Peternak dan Koperasi Susu untuk Perkuat Program MBG
Bangun Sinergitas, Pemkot...
Bangun Sinergitas, Pemkot Bogor Bersama Pelaku Usaha Ikuti Kompetisi Padel
HUT ke-499 DKI, Parade...
HUT ke-499 DKI, Parade Mobil Hias hingga Tarian Khas Jakarta Meriahkan Jakfestival di Ancol
13 Kiai Berkumpul di...
13 Kiai Berkumpul di Ponpes Al Falah Ploso, Serukan Muktamar NU Digelar di Pesantren
Jakarta Rawan Sinkhole,...
Jakarta Rawan Sinkhole, Wagub DKI Rano: Ada Daerah Berpotensi Ambles
Pramono Dampingi Megawati...
Pramono Dampingi Megawati Hadiri Bung Karno Festival di Taman Proklamasi
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved