Jabar Butuh 30 Rumah Sakit Baru, Ridwan Kamil: Tidak Mungkin dari Dana Pemerintah
Jum'at, 28 Oktober 2022 - 07:43 WIB
loading...
Gubernur Jabar, Ridwan Kamil menyebut, Jabar masih membutuhkan 30 RS baru dalam pelayanan kesehatan 50 juta warganya. Foto: Istimewa
A
A
A
CIANJUR - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengemukakan, saat ini jumlah penduduk di Jabar sudah mencapai sekitar 50 juta jiwa, dengan demikian, Jabar masih membutuhkan 30 rumah sakit (RS) baru.
Hal itu diungkapkan Ridwan Kamil saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan Rumah Sakit Edelweiss Bentang Salapan Cianjur di Pondok Pesantren Al-Ittihad, Kabupaten Cianjur, Kamis (27/10/2022).
Menurut Ridwan Kamil, puluhan rumah sakit baru tersebut tidak mungkin dibangun dengan dana yang berasal dari pemerintah. Oleh karenanya, Pemprov Jabar mengharapkan peran serta pihak swasta untuk turut membangun rumah sakit di Jabar.
Baca juga: Usai Bertemu dengan Dedi Mulyadi, Bupati Purwakarta Ungkap Alasan Gugat Cerai
"Jawa Barat jumlah penduduk 50 juta, kita butuh tambahan 30 rumah sakit baru, dan tidak mungkin dana dari pemerintah. Oleh karena itu didukung oleh pihak swasta dan ini cocok untuk kerja sama keumatan," tuturnya.
Rumah Sakit Edelweiss Bentang Salapan Cianjur sendiri merupakan hasil kolaborasi antara umara dan ulama dan Pemprov Jabar menjalin kerja sama dengan Nahdlatul Ulama (NU) untuk membangun rumah sakit tersebut.
"Kami di Jawa Barat atas nama Pemda Provinsi Jabar sangat berbahagia karena berhasil membangun rumah sakit Nahdlatul Ulama pertama," ungkap Kang Emil, sapaan akrabnya.
Rumah Sakit Edelweiss Bentang Salapan Cianjur memang terlahir untuk menjaga kesehatan warga sekitar dan membuka lapangan pekerjaan sekaligus menghidupkan perekonomian warga Kota Santri itu.
Baca juga: Tak Terima Ayahnya Meninggal Usai Ditangkap Polisi, Anak Korban Lapor ke Propam
"Membangun ekonomi dan kesehatan umat bekerja sama dengan perbankan syariah, yang juga cocok dengan ekonomi keumatan di Pesantren Al-Ittihad ini menjadi percontohan," katanya.
Selain kolaborasi antara Pemprov Jabar dan NU, tambah Kang Emil, Rumah Sakit Edelweiss Bentang Salapan Cianjur juga lahir berkat kerja sama dari Rumah Sakit Edelweiss Pusat, perbankan, dan pesantren.
Kang Emil juga menyatakan, kolaborasi tersebut bisa menjadi percontohan dalam melakukan pembangunan infrastruktur kesehatan di Jabar.
"Insya Allah akan hadir di tempat-tempat lain sesuai dengan konsep percontohan yang dilaksanakan kombinasi antara rumah sakit, perbankan dan pesantren yang memiliki lahan wakaf yang cocok untuk kesehatan masyarakat," tandasnya.
Hal itu diungkapkan Ridwan Kamil saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan Rumah Sakit Edelweiss Bentang Salapan Cianjur di Pondok Pesantren Al-Ittihad, Kabupaten Cianjur, Kamis (27/10/2022).
Menurut Ridwan Kamil, puluhan rumah sakit baru tersebut tidak mungkin dibangun dengan dana yang berasal dari pemerintah. Oleh karenanya, Pemprov Jabar mengharapkan peran serta pihak swasta untuk turut membangun rumah sakit di Jabar.
Baca juga: Usai Bertemu dengan Dedi Mulyadi, Bupati Purwakarta Ungkap Alasan Gugat Cerai
"Jawa Barat jumlah penduduk 50 juta, kita butuh tambahan 30 rumah sakit baru, dan tidak mungkin dana dari pemerintah. Oleh karena itu didukung oleh pihak swasta dan ini cocok untuk kerja sama keumatan," tuturnya.
Rumah Sakit Edelweiss Bentang Salapan Cianjur sendiri merupakan hasil kolaborasi antara umara dan ulama dan Pemprov Jabar menjalin kerja sama dengan Nahdlatul Ulama (NU) untuk membangun rumah sakit tersebut.
"Kami di Jawa Barat atas nama Pemda Provinsi Jabar sangat berbahagia karena berhasil membangun rumah sakit Nahdlatul Ulama pertama," ungkap Kang Emil, sapaan akrabnya.
Rumah Sakit Edelweiss Bentang Salapan Cianjur memang terlahir untuk menjaga kesehatan warga sekitar dan membuka lapangan pekerjaan sekaligus menghidupkan perekonomian warga Kota Santri itu.
Baca juga: Tak Terima Ayahnya Meninggal Usai Ditangkap Polisi, Anak Korban Lapor ke Propam
"Membangun ekonomi dan kesehatan umat bekerja sama dengan perbankan syariah, yang juga cocok dengan ekonomi keumatan di Pesantren Al-Ittihad ini menjadi percontohan," katanya.
Selain kolaborasi antara Pemprov Jabar dan NU, tambah Kang Emil, Rumah Sakit Edelweiss Bentang Salapan Cianjur juga lahir berkat kerja sama dari Rumah Sakit Edelweiss Pusat, perbankan, dan pesantren.
Kang Emil juga menyatakan, kolaborasi tersebut bisa menjadi percontohan dalam melakukan pembangunan infrastruktur kesehatan di Jabar.
"Insya Allah akan hadir di tempat-tempat lain sesuai dengan konsep percontohan yang dilaksanakan kombinasi antara rumah sakit, perbankan dan pesantren yang memiliki lahan wakaf yang cocok untuk kesehatan masyarakat," tandasnya.
(nic)
Lihat Juga :