Tanah Gerak di Banjarnegara, 76 Orang Terpaksa Mengungsi
Kamis, 27 Oktober 2022 - 08:33 WIB
loading...
Tanah gerak di Desa Bantar, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara, Jateng, mengakibatkan sembilan rumah rusak, dan 76 orang mengungsi. Foto/iNews TV/Elis Novit
A
A
A
BANJARNEGARA - Sebanyak 76 orang warga Desa Bantar, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara, Jateng, terpaksa mengungsi ke tempat lebih aman akibat bencana tanah gerak. Bencana ini juga mengakibatkan sembilan rumah rusak, dan 56 rumah terancam longsor.
Baca juga: Bencana Pergerakan Tanah Rusak 30 Rumah di KBB, Relokasi Tunggu Kajian Badan Geologi
Bencana tanah gerak ini semakin parah, saat kondisi hujan lebat mengguyur kawasan tersebut. Kondisi tanah yang labil, membuatnya rawan terjadi longsor dan sangat membahayakan warga yang tinggal di kawasan itu.
Warga Desa Bantar, Teguh menyebutkan, tanah gerak semakin parah saat turun hujan lebat selama delapan jam. Akibat hujan lebat tersbeut, lahan di dekat permukiman warga, dan kebun salak longsor.
Baca juga: Banjir Terjang Mamuju Tengah, Belasan Rumah Terendam
"Akibat tanah gerak ini, rumah-rumah warga juga mengalami retak-retak dan rawan roboh. Lantai rumah ambles sedalam 10 cm, sehingga membuat dinding tembok ikut retak," ujar Teguh.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Banjarnegara, Andri Sulistyo menyebutkan, di kawasan tanah gerak tersebut ada 56 rumah warga yang rawan longsor. "Kondisi rumah sudah tidak dapat ditempati warga, karena rawan longsor," tuturnya.
Baca juga: Hari Ini Bos Juragan 99 Diperiksa Polda Jatim Terkait Tragedi Kanjuruhan
Warga yang rumahnya rentan longsor, dan sudah retak-retak terpaksa mengungsi ke rumah tetangga yang lebih aman, serta ke sekolah. Luasan area yang mengalami tanah gerak mencapai sekitar dua hektare.
Andri mengatakan, warga diimbau untuk menjauh dari zona bahaya tanah gerak tersebut, utamanya saat turun hujan lebat. "Kondisi tanah yang masih terus bergerak, sangat membahayakan keselamatan warga," pungkasnya.
Baca juga: Bencana Pergerakan Tanah Rusak 30 Rumah di KBB, Relokasi Tunggu Kajian Badan Geologi
Bencana tanah gerak ini semakin parah, saat kondisi hujan lebat mengguyur kawasan tersebut. Kondisi tanah yang labil, membuatnya rawan terjadi longsor dan sangat membahayakan warga yang tinggal di kawasan itu.
Warga Desa Bantar, Teguh menyebutkan, tanah gerak semakin parah saat turun hujan lebat selama delapan jam. Akibat hujan lebat tersbeut, lahan di dekat permukiman warga, dan kebun salak longsor.
Baca juga: Banjir Terjang Mamuju Tengah, Belasan Rumah Terendam
"Akibat tanah gerak ini, rumah-rumah warga juga mengalami retak-retak dan rawan roboh. Lantai rumah ambles sedalam 10 cm, sehingga membuat dinding tembok ikut retak," ujar Teguh.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Banjarnegara, Andri Sulistyo menyebutkan, di kawasan tanah gerak tersebut ada 56 rumah warga yang rawan longsor. "Kondisi rumah sudah tidak dapat ditempati warga, karena rawan longsor," tuturnya.
Baca juga: Hari Ini Bos Juragan 99 Diperiksa Polda Jatim Terkait Tragedi Kanjuruhan
Warga yang rumahnya rentan longsor, dan sudah retak-retak terpaksa mengungsi ke rumah tetangga yang lebih aman, serta ke sekolah. Luasan area yang mengalami tanah gerak mencapai sekitar dua hektare.
Andri mengatakan, warga diimbau untuk menjauh dari zona bahaya tanah gerak tersebut, utamanya saat turun hujan lebat. "Kondisi tanah yang masih terus bergerak, sangat membahayakan keselamatan warga," pungkasnya.
(eyt)
Lihat Juga :