Petani Ingin Kursi Kadis Pertanian KBB Diisi Orang yang Tepat
Senin, 06 Juli 2020 - 23:27 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, Direktur Eksekutif Sundanedia Digdaya Institute Moch Galuh Fauzi mengatakan, Bupati (Aa Umbara Sutisna) semestinya bisa menempatkan the right man in the right place (orang tepat di posisi yang tepat) di jabatan kepala dinas.
Bupati KBB, kata Galuh, punya kewenangan untuk membongkar pasang siapa birokrat yang dianggap dapat membantu dengan tetap mengacu kepada Peraturan BKN Nomor 5 Tahun 2019 tentang Tata Cara Pelaksanaan Mutasi PNS.
Pada aturan tersebut terdapat penjelasan bahwa dalam melakukan mutasi harus memperhatikan kompetensi PNS dengan persyaratan jabatan, kualifikasi jabatan, pola karier, dan lain-lain.
Sehingga, bupati tidak boleh menabrak aturan yang ada atas nama loyalitas belaka. Idealnya rotasi dan mutasi perlu memperhatikan Analisis Jabatan (Anjab) dan Analisis Beban Kerja (ABK), serta harus bersih tanpa ada embel-embel balas budi.
"Bupati ini kan perannya sebagai manajer bukan pemain. Jika terus terusan menempatkan diri sebagai pemain merangkap manajer, pasti ngos-ngosan (kelelahan). Carilah pembantu birokrasi yang paham dan mengusai tugas dan ilmunya," kata pria peraih beasiswa unggulan Kemendikbud kategori masyarakat berprestasi ini.
Bupati KBB, kata Galuh, punya kewenangan untuk membongkar pasang siapa birokrat yang dianggap dapat membantu dengan tetap mengacu kepada Peraturan BKN Nomor 5 Tahun 2019 tentang Tata Cara Pelaksanaan Mutasi PNS.
Pada aturan tersebut terdapat penjelasan bahwa dalam melakukan mutasi harus memperhatikan kompetensi PNS dengan persyaratan jabatan, kualifikasi jabatan, pola karier, dan lain-lain.
Sehingga, bupati tidak boleh menabrak aturan yang ada atas nama loyalitas belaka. Idealnya rotasi dan mutasi perlu memperhatikan Analisis Jabatan (Anjab) dan Analisis Beban Kerja (ABK), serta harus bersih tanpa ada embel-embel balas budi.
"Bupati ini kan perannya sebagai manajer bukan pemain. Jika terus terusan menempatkan diri sebagai pemain merangkap manajer, pasti ngos-ngosan (kelelahan). Carilah pembantu birokrasi yang paham dan mengusai tugas dan ilmunya," kata pria peraih beasiswa unggulan Kemendikbud kategori masyarakat berprestasi ini.
(awd)
Lihat Juga :