Kisah Pilu Balita Cilincing Meninggal Dunia Usai Idap Gagal Ginjal Akut
Kamis, 27 Oktober 2022 - 06:54 WIB
loading...
A
A
A
Melihat pemberitaan sekaligus kondisi yang terjadi saat ini, Hasan berharap ada tindak lanjut cepat yang dilakukan pihak rumah sakit dan juga pemerintah dalam hal ini Badan Pemeriksa Obat dan Makanan (BPOM).
Dokter Umum Klinik Dompet Dhuafa (DD) Rorotan dr. Ridho Andriansyah mengatakan bahwa pihaknya menangani pasien atas nama F (Fatimah) (6) dengan kondisi adanya keluhan tenggorokan.
”Untuk kasus satunya atas inisial F juga, usia 6 tahun. Dia datang dengan keluhan sakit tenggorokan, faringitis pada tanggal 21 September,” ungkap Ridho. Baca juga: Jurus Pemerintah Percepat Penanganan Kasus Gagal Ginjal Akut
Pihaknya tidak terlalu mengetahui bahwa pasien F telah meninggal karena gagal ginjal. Namun kondisi ini didapat langsung dari pihak kepolisian. Penanganan gagal ginjal akut yang terjadi saat ini menjadi sebuah persoalan kompleks untuk diidentifikasi.
”Seperti pemeriksaan darah, urine, dan semacamnya. Kita tidak bisa melakukan proses tersebut di klinik maupun di Puskesmas. Yang paling memungkinkan pemeriksaan darah untuk mengonfirmasi infectious-nya,” ucapnya.
Berdasarkan informasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat jumlah temuan kasus gangguan ginjal akut progresif atipikal (GGAPA) di Indonesia mencapai 255 orang per Senin (24/10). Ratusan kasus itu teridentifikasi di 26 Provinsi di Indonesia.
Dokter Umum Klinik Dompet Dhuafa (DD) Rorotan dr. Ridho Andriansyah mengatakan bahwa pihaknya menangani pasien atas nama F (Fatimah) (6) dengan kondisi adanya keluhan tenggorokan.
”Untuk kasus satunya atas inisial F juga, usia 6 tahun. Dia datang dengan keluhan sakit tenggorokan, faringitis pada tanggal 21 September,” ungkap Ridho. Baca juga: Jurus Pemerintah Percepat Penanganan Kasus Gagal Ginjal Akut
Pihaknya tidak terlalu mengetahui bahwa pasien F telah meninggal karena gagal ginjal. Namun kondisi ini didapat langsung dari pihak kepolisian. Penanganan gagal ginjal akut yang terjadi saat ini menjadi sebuah persoalan kompleks untuk diidentifikasi.
”Seperti pemeriksaan darah, urine, dan semacamnya. Kita tidak bisa melakukan proses tersebut di klinik maupun di Puskesmas. Yang paling memungkinkan pemeriksaan darah untuk mengonfirmasi infectious-nya,” ucapnya.
Berdasarkan informasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat jumlah temuan kasus gangguan ginjal akut progresif atipikal (GGAPA) di Indonesia mencapai 255 orang per Senin (24/10). Ratusan kasus itu teridentifikasi di 26 Provinsi di Indonesia.
(ams)
Lihat Juga :