Pembunuh Wanita Paruh Baya di Kalideres Ternyata Adik Ipar Korban
Selasa, 25 Oktober 2022 - 15:27 WIB
loading...
F (36) pelaku pembunuhan terhadap wanita paruh baya berinsial SM (55) di Kamal, Kalideres, Jakarta Barat, ternyata merupakan adik ipar dari suami korban.Foto/MPI/Dimas Choirul
A
A
A
JAKARTA - F (36) pelaku pembunuhan terhadap wanita paruh baya berinsial SM (55) di Kamal, Kalideres, Jakarta Barat, ternyata merupakan adik ipar dari suami korban. Motif pembunuhan karena pelaku kesal SM.
Kasat Reskrim Polres Jakarta Barat Kompol Haris Kurniawan mengatakan, hasil pemeriksaan sejumlah saksi diketahui ternyata pelaku merupakan adik ipar suami korban.
"Pelaku dengan korban ini saling kenal. Pelaku merupakan adik ipar dari suami korban," kata Haris kepada wartawan Selasa (25/10/2022).
Haris mengatakan, pembunuhan ini berawal saat pelaku datang ke rumah korban pada Jumat, 21 Oktober 2022 pukul 17.00 WIB. Baca: Kesal Jadi Motif Motif Pembunuhan Wanita Paruh Baya di Kalideres
Pelaku datang ke rumah korban dengan niat untuk mengurus pemisahan Kartu Keluarga (KK) antara pelaku dengan istrinya yang sudah bercerai. Namun, korban justru menyalahkan si pelaku terkait proses perceraian tersebut.
"Tidak terima disalahkan, pelaku bersitegang dengan korban hingga terjadi keributan," ujarnya. Menurut Haris, pelaku melakukan kekerasan fisik dengan cara membanting dan membenturkan kepala korban ke lantai hingga akhirnya meninggal dunia.
Kasat Reskrim Polres Jakarta Barat Kompol Haris Kurniawan mengatakan, hasil pemeriksaan sejumlah saksi diketahui ternyata pelaku merupakan adik ipar suami korban.
"Pelaku dengan korban ini saling kenal. Pelaku merupakan adik ipar dari suami korban," kata Haris kepada wartawan Selasa (25/10/2022).
Haris mengatakan, pembunuhan ini berawal saat pelaku datang ke rumah korban pada Jumat, 21 Oktober 2022 pukul 17.00 WIB. Baca: Kesal Jadi Motif Motif Pembunuhan Wanita Paruh Baya di Kalideres
Pelaku datang ke rumah korban dengan niat untuk mengurus pemisahan Kartu Keluarga (KK) antara pelaku dengan istrinya yang sudah bercerai. Namun, korban justru menyalahkan si pelaku terkait proses perceraian tersebut.
"Tidak terima disalahkan, pelaku bersitegang dengan korban hingga terjadi keributan," ujarnya. Menurut Haris, pelaku melakukan kekerasan fisik dengan cara membanting dan membenturkan kepala korban ke lantai hingga akhirnya meninggal dunia.
Lihat Juga :