Komandan Brimob Ini Berbisik pada Jenderal Kopassus: Tarik Mundur Pasukan atau Kontak Senjata
Senin, 24 Oktober 2022 - 06:02 WIB
loading...
A
A
A
Setelah bentrokan, pasukan Pelopor melakukan penyisiran dan menemukan beberapa mayat demonstran yang menjadi korban penembakan. Anehnya, di tubuh mayat-mayat tersebut ditemukan senjata berupa Sten Gun, Thompson, dan pistol semiotomatis FN Cal 45 yang merupakan senjata standar Angkatan Darat (AD).
Dua tahun berselang tepatnya 1968, Mabak (Mabes) Polri mengeluarkan SK penggantian Komandan Resimen Pelopor Brimob Kombes Pol Anton Soedjarwo. Pergantian pejabat di tengah konflik tak pelak menimbulkan kecurigaan.
Entah karena terpengaruh suasana yang memanas dan konflik di tubuh Polri atau hal-hal lain, reaksi yang ditunjukkan para anggota Pelopor sungguh di luar dugaan.
Wakil Komandan Resimen Pelopor Brimob AKBP Soetrisno Ilham memimpin langsung pengepungan Mabak Polri dengan membawa seluruh anggota Pelopor menggunakan truk.
Mereka hanya minta satu tuntutan saja. Tuntutan itu yakni SK penggantian Kombes Anton dicabut atau mereka akan terus mengepung Mabes Polri hingga batas waktu tidak ditentukan.
Setibanya di Mabes Polri, AKBP Soetrisno Ilham langsung memerintahkan pasukannya menutup seluruh akses menuju Mabes. Dia juga menempatkan penembak jitu atau sniper di beberapa titik strategis kemudian memerintahkan mereka melepaskan tembakan peringatan kepada siapa pun yang keluar dari Mabes Polri, termasuk Kapolri Jenderal Pol Soetjipto Joedodihardjo.
Dua tahun berselang tepatnya 1968, Mabak (Mabes) Polri mengeluarkan SK penggantian Komandan Resimen Pelopor Brimob Kombes Pol Anton Soedjarwo. Pergantian pejabat di tengah konflik tak pelak menimbulkan kecurigaan.
Entah karena terpengaruh suasana yang memanas dan konflik di tubuh Polri atau hal-hal lain, reaksi yang ditunjukkan para anggota Pelopor sungguh di luar dugaan.
Wakil Komandan Resimen Pelopor Brimob AKBP Soetrisno Ilham memimpin langsung pengepungan Mabak Polri dengan membawa seluruh anggota Pelopor menggunakan truk.
Mereka hanya minta satu tuntutan saja. Tuntutan itu yakni SK penggantian Kombes Anton dicabut atau mereka akan terus mengepung Mabes Polri hingga batas waktu tidak ditentukan.
Setibanya di Mabes Polri, AKBP Soetrisno Ilham langsung memerintahkan pasukannya menutup seluruh akses menuju Mabes. Dia juga menempatkan penembak jitu atau sniper di beberapa titik strategis kemudian memerintahkan mereka melepaskan tembakan peringatan kepada siapa pun yang keluar dari Mabes Polri, termasuk Kapolri Jenderal Pol Soetjipto Joedodihardjo.
Lihat Juga :