Jaga Netralitas, Keuskupan Jakarta Tegaskan Video Dukung Anies Hoaks
Jum'at, 21 Oktober 2022 - 23:40 WIB
loading...
Sekjen Keuskupan Agung Jakarta, Romo V Adi Prasojo. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) membantah beredarnya video dengan narasi 'Uskup se-Jabodetabek deklarasi dukung Anies Baswedan menjadi presiden' di media sosial. KAJ menyatakan bahwa video yang kini viral itu adalah hoaks.
”Terkait beredarnya potongan video yang berjudul: 'Uskup Katolik SeJabodetabek Deklarasi Dukung Anies Presiden', kami tegaskan bahwa tidak benar,” kata SekjenKeuskupan Agung Jakarta, Romo V Adi Prasojo dalam keterangannya, Jumat (21/10/2022).
Romo Adi menegaskan, Gereja Katolik Indonesia konsisten menjaga netralitas. Menurut Romo Adi, Gereja Katolik mendorong proses politik yang menjunjung prinsip dan etika untuk kebaikan bersama. Baca juga:Jelang Jabatan Berakhir, Anies Berpamitan ke Keuskupan DKI Jakarta
”Gereja Katolik Indonesia tetap menjaga netralitas dan mendorong proses politik dapat dijalankan dengan menjunjung prinsip dan etika yang diabdikan bagi bonum commune (kebaikan bersama),” ungkapnya.
Romo Adi menegaskan, pertemuan Anies dengan Uskup Agung Jakarta, Kardinal Ignatius Suharyo bukanlah pertemuan politik. Pertemuan pada 28 September itu, merupakan kunjungan Anies dalam rangka berpamitan sebagai Gubernur DKI Jakarta.
”Dalam kunjungan ini Gubernur Anies Baswedan menyampaikan pamitan bahwa masa tugasnya akan berakhir sebagai Gubernur DKI dan ucapan terima kasih atas kontribusi umat Katolik dalam kerja sama banyak pihak bagi kebaikan bersama,” ujarnya.
Sebagai pemimpin umat Katolik di Keuskupan Agung Jakarta dan Ketua Konferensi Waligereja Indonesia, Kardinal Ignatius Suharyo memang kerap menerima tamu dari berbagai tokoh. Namun, pertemuan tersebut tidak pernah membahas persoalan politik.
”Terkait beredarnya potongan video yang berjudul: 'Uskup Katolik SeJabodetabek Deklarasi Dukung Anies Presiden', kami tegaskan bahwa tidak benar,” kata SekjenKeuskupan Agung Jakarta, Romo V Adi Prasojo dalam keterangannya, Jumat (21/10/2022).
Romo Adi menegaskan, Gereja Katolik Indonesia konsisten menjaga netralitas. Menurut Romo Adi, Gereja Katolik mendorong proses politik yang menjunjung prinsip dan etika untuk kebaikan bersama. Baca juga:Jelang Jabatan Berakhir, Anies Berpamitan ke Keuskupan DKI Jakarta
”Gereja Katolik Indonesia tetap menjaga netralitas dan mendorong proses politik dapat dijalankan dengan menjunjung prinsip dan etika yang diabdikan bagi bonum commune (kebaikan bersama),” ungkapnya.
Romo Adi menegaskan, pertemuan Anies dengan Uskup Agung Jakarta, Kardinal Ignatius Suharyo bukanlah pertemuan politik. Pertemuan pada 28 September itu, merupakan kunjungan Anies dalam rangka berpamitan sebagai Gubernur DKI Jakarta.
”Dalam kunjungan ini Gubernur Anies Baswedan menyampaikan pamitan bahwa masa tugasnya akan berakhir sebagai Gubernur DKI dan ucapan terima kasih atas kontribusi umat Katolik dalam kerja sama banyak pihak bagi kebaikan bersama,” ujarnya.
Sebagai pemimpin umat Katolik di Keuskupan Agung Jakarta dan Ketua Konferensi Waligereja Indonesia, Kardinal Ignatius Suharyo memang kerap menerima tamu dari berbagai tokoh. Namun, pertemuan tersebut tidak pernah membahas persoalan politik.
Lihat Juga :