Terungkap! Pembunuh Wanita di Tol Becakayu saat Kecilnya Kerap Dipukuli Ayah
Jum'at, 21 Oktober 2022 - 19:56 WIB
loading...
Christian Rudolf Tobing (36), tersangka pembunuhan wanita yang mayatnya dibuang di kolong Tol Becakayu, Pondok Gede, Kota Bekasi ternyata semasa kecil kerap dipukuli sang ayah. Foto: Tangkapan Layar CCTV
A
A
A
JAKARTA - Terungkap! Christian Rudolf Tobing (36), tersangka pembunuhan wanita yang mayatnya dibuang di kolong Tol Becakayu , Pondok Gede, Kota Bekasi ternyata semasa kecil kerap dipukuli sang ayah. Rudolf menghabisi rekan kerjanya Ade Yunia Rizabani (36) di apartemen Jakarta Pusat.
Direskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi menuturkan hal itu diketahui setelah penyidik memeriksa psikologi Rudolf. "Pelaku ini mempunyai trauma masa kecil," ujarnya, Jumat (21/10/2022).
Baca juga: Pembunuh Wanita di Tol Becakayu Ternyata Terapis Anak dan Pernah Kuliah di Amerika
Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Indrawienny Panjiyoga mengatakan trauma Rudolf karena kerap dipukuli ayahnya. Akibat trauma semasa kecilnya itu, tersangka kerap tak bisa mengendalikan emosinya.
"Pelaku sering dipukuli almarhum orang tua dan punya emosi yang meledak-ledak," ucapnya.
Panji menjelaskan Rudolf sekolah di Amerika pada tahun 2004. Lalu, melanjutkan kuliah di salah satu universitas di sana. Namun, pada 2006 dia dideportasi karena melanggar aturan visa.
Direskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi menuturkan hal itu diketahui setelah penyidik memeriksa psikologi Rudolf. "Pelaku ini mempunyai trauma masa kecil," ujarnya, Jumat (21/10/2022).
Baca juga: Pembunuh Wanita di Tol Becakayu Ternyata Terapis Anak dan Pernah Kuliah di Amerika
Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Indrawienny Panjiyoga mengatakan trauma Rudolf karena kerap dipukuli ayahnya. Akibat trauma semasa kecilnya itu, tersangka kerap tak bisa mengendalikan emosinya.
"Pelaku sering dipukuli almarhum orang tua dan punya emosi yang meledak-ledak," ucapnya.
Panji menjelaskan Rudolf sekolah di Amerika pada tahun 2004. Lalu, melanjutkan kuliah di salah satu universitas di sana. Namun, pada 2006 dia dideportasi karena melanggar aturan visa.
Lihat Juga :