Demi Menjaga Kualitas, Perlu Inovasi untuk Pembangunan Berkelanjutan

Jum'at, 21 Oktober 2022 - 00:23 WIB
loading...
Demi Menjaga Kualitas,...
Suasana Seminar Teknologi Inovasi Pembangunan Infrastruktur Berkelanjutan yang digelar Departemen Teknik Sipil Fakultas Teknik Undip, Kota Semarang, Kamis (20/10/2022). Foto: MPI/Eka Setiawan
A A A
SEMARANG - Pembangunan berkelanjutan yang sedang digalakkan pemerintah, mutlak dilakukan dengan inovasi baik dari segi metode maupun bahan material yang digunakan.

Hal tersebut perlu dilakukan untuk menjaga kualitas infrastruktur agar tetap bagus dan bertahan lama.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah A.R. Hanung Triyono mengungkapkan, tahun ini total pemeliharaan jalan di Jawa Tengah mencapai 2.404 KM.

Baca juga: Wujudkan Pemerataan Pembangunan, Kepercayaan Publik ke Jokowi Semakin Tinggi


Beberapa inovasi yang sudah dilakukan diantaranya dengan penggunaan serat baja untuk pembangunan infrastruktur jalan di Demak – Godong Kabupaten Grobogan. Juga penggunaan semen Non Ordinary Portland Cement (OPC) yang dinilai ramah lingkungan.

“Banyak spesifikasi yang mengarah ke sana. Namun memang harus ada acuan regulasinya. Kita dorong untuk itu, kalau hasilnya bagus kenapa tidak? Ini untuk mendukung pembangunan infrastruktur berkelanjutan,” beber Hanung usai mengisi Seminar Teknologi Inovasi Pembangunan Infrastruktur Berkelanjutan yang digelar Departemen Teknik Sipil Fakultas Teknik Undip, Kota Semarang, Kamis (20/10/2022).



Sementara, Ketua Departemen Teknik Sipil Fakultas Teknik Undip Dr. Jati Utomo Dwi Hatmoko menyebut, pihaknya konsens mengembangkan riset-riset yang sesuai dengan prinsip konstruksi berkelanjutan, baik aspek material, teknologi konstruksi hingga digitalisasi konstruksi melalui implementasi Building Information Modeling.

“Melalui Peraturan Menteri PUPR nomor 9 Tahun 2021 tentang Pedoman Penyelenggaraan Konstruksi berkelanjutan, pemerintah telah mendukung konsep infrastruktur berkelanjutan dan ramah lingkungan,” tegasnya.

Baca juga: Halaqoh Kebangsaan di Semarang, BNPT Ajak Lawan Intoleransi dan Radikalisme

Sementara dari sisi bahan baku, Kementerian PUPR juga telah menerbitkan regulasi penggunaan semen non-OPC melalui Instruksi Menteri PUPR No.04/2020 tentang Penggunaan Semen Non-OPC pada Pekerjaan Konstruksi di Kementerian PUPR.

“Yang harus jadi pegangan kita semua, kata orang bijak, kita tidak mewarisi bumi ini dari nenek moyang kita, tapi kita meminjam bumi ini dari anak cucu kita. Makanya kita punya tanggungjawab untuk menjaganya,” pungkas dia.

Chairperson GBC Indonesia Iwan Prijanto, pada kegiatan itu juga memaparkan tantangan serta peluang dari perencanaan konstruksi untuk melesatarikan sumber daya bagi generasi mendatang.

Semen Ordinary Portland Cement (OPC) atau yang juga dikenal dengan portland tipe I adalah jenis semen yang umumnya terdiri dari 3 bahan dasar utama pembentuk semen yaitu klinker/terak (88-95%), gypsum (sekitar 5%, sebagai zat pelambat pengerasan), dan material ketiga, seperti batu kapur, pozzolan, abu terbang, dan lain-lain (tidak lebih dari sekitar 3 %).

Baca juga: Baca juga: Pembangunan Infrastruktur Era Jokowi Dinilai Berimbas Pada Peningkatan Kualitas SDM

“Maka dari itu, bahan baku yang ramah lingkungan, salah satunya semen non-OPC, menjadi sangat penting dalam mendukung implementasi konstruksi infrastruktur yang berkelanjutan,” kata dia.

Semen non-OPC sendiri adalah semen yang direkayasa sedemikian rupa sehingga jumlah klinker yang dihasilkan menjadi jauh lebih sedikit. Kandungan CO2 yang dihasilkan dalam proses pembuatan semen ini menjadi jauh lebih kecil, namun pengurangan jumlah klinker dilakukan tanpa mengubah sifat fisika dan hasil semen itu sendiri. Kualitas kekuatan semen akan tetap baik.

Pada kegiatan itu, hadir sebagai narasumber lainnya yakni Kepala Satker Jalan Tol Semarang – Demak Yusrizal Kurniawan dan Ketua HAKI, Prof Iswandi Imran.
(nic)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perbarui IPKP PPKP Daruba,...
Perbarui IPKP PPKP Daruba, BNPP Soroti Transportasi hingga Infrastruktur Morotai
BPDP Dorong UMKM Perkebunan...
BPDP Dorong UMKM Perkebunan Naik Kelas lewat Inovasi Produk
Imigrasi Semarang Bongkar...
Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love Scamming, Tangkap 4 WNA China
Jalan Ambles di Lenteng...
Jalan Ambles di Lenteng Agung Mulai Diperbaiki, Box Culvert Dipasang Malam Ini
Muzakir Manaf: Pemulihan...
Muzakir Manaf: Pemulihan Infrastruktur di Aceh Pascabencana Baru Mencapai 30%
Flyover Latumeten Jakarta...
Flyover Latumeten Jakarta Barat Dikebut, Ini Rekayasa Lalu Lintasnya
Pacu Kinerja Bisnis,...
Pacu Kinerja Bisnis, Indo Artha Multitek Kenalkan Teknologi Layanan Haji
Indonesia Butuh Koalisi...
Indonesia Butuh Koalisi Advokasi untuk Percepat Adopsi Inovasi Kesehatan
Prabowo Terima Usulan...
Prabowo Terima Usulan Rektor, Keuntungan BUMN untuk Riset dan Inovasi
Rekomendasi
Tok, Pemerintah Resmi...
Tok, Pemerintah Resmi Turunkan Harga Gas Industri Jadi USD13/MMBTU
BTS Bakal Gelar The...
BTS Bakal Gelar The City, London Eye hingga Sungai Thames Disulap Jadi Pusat Perayaan ARMY
Suporter Ikonik DR Kongo...
Suporter Ikonik DR Kongo Gagal Masuk AS Gara-gara Visa Ditolak
Berita Terkini
Jro Bima, Memperluas...
Jro Bima, Memperluas Pengabdian untuk Bali lewat Jalur Politik
Polisi Amankan Sopir...
Polisi Amankan Sopir Truk Kecelakaan Maut di Bekasi
Kronologi Kecelakaan...
Kronologi Kecelakaan Maut Truk Rem Blong di Bekasi Timur, 1 Orang Tewas dan 5 Luka
Kecelakaan Maut Truk...
Kecelakaan Maut Truk Tabrak Sejumlah Motor di Bekasi, Polisi Periksa Saksi dan CCTV
Truk Tabrak Motor di...
Truk Tabrak Motor di Bekasi Timur: 1 Orang Tewas, 5 Luka-luka
Bidik Suara Generasi...
Bidik Suara Generasi Muda, DPD Partai Perindo TTS Genjot Rekrutmen Kader hingga Akar Rumput
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved