Amankan KTT G20 Bali, TNI Kerahkan 14 Ribu Personel
Kamis, 20 Oktober 2022 - 21:34 WIB
loading...
A
A
A
"Bersama itu juga disiagakan satu pesawat Boeing VIP sebagai tambahan, dan dua pesawat Boeing sebagai pengintai atau ISR," pungkasnya. Baca juga: Potensial Datangkan 50.000 Wisman, Sandiaga Uno: Kami Akan All Out Glorifikasi Event KTT G20
Untuk menunjang operasional tersebut, tambah dia, ada 19 pangkalan udara disiapkan TNI. Pangkalan udara itu tersebar di Sumatera, Jawa, Bali, Lombok, dan Kalimantan. "Kami sudah beberapa kali meninjau lokasi tempat acara. Dalam perkembangannya selalu ada dinamika," kata Andika.
Dia menyampaikan bahwa TNI sudah melakukan simulasi di GOR Kodam Udayana, Bali yang dihadiri seluruh personel. Disimulasikan, kelasnya, terkait situasi normal maupun darurat ketika terjadi bencana alam seperti gunung meletus. “Simulasi yang sama akan dilakukan kembali pada 9 November 2022," katanya.
Sementara itu, terkait kepala-kepala negara yang membawa pasukan pengamanan sendiri, TNI sudah berkomunikasi dengan pengawal kepala negara-negara besar seperti Amerika Serikat dan Tiongkok.
Pada prinsipnya, kata Andika, TNI akan bekerja sama dengan masing-masing pasukan pengamanan kepala negara guna semakin memberi rasa aman."Para kepala negara ini mau aman. Negara-negara itu juga punya SOP sendiri untuk kepala negaranya dan kami mengakomodasinya," tutupnya.
Untuk menunjang operasional tersebut, tambah dia, ada 19 pangkalan udara disiapkan TNI. Pangkalan udara itu tersebar di Sumatera, Jawa, Bali, Lombok, dan Kalimantan. "Kami sudah beberapa kali meninjau lokasi tempat acara. Dalam perkembangannya selalu ada dinamika," kata Andika.
Dia menyampaikan bahwa TNI sudah melakukan simulasi di GOR Kodam Udayana, Bali yang dihadiri seluruh personel. Disimulasikan, kelasnya, terkait situasi normal maupun darurat ketika terjadi bencana alam seperti gunung meletus. “Simulasi yang sama akan dilakukan kembali pada 9 November 2022," katanya.
Sementara itu, terkait kepala-kepala negara yang membawa pasukan pengamanan sendiri, TNI sudah berkomunikasi dengan pengawal kepala negara-negara besar seperti Amerika Serikat dan Tiongkok.
Pada prinsipnya, kata Andika, TNI akan bekerja sama dengan masing-masing pasukan pengamanan kepala negara guna semakin memberi rasa aman."Para kepala negara ini mau aman. Negara-negara itu juga punya SOP sendiri untuk kepala negaranya dan kami mengakomodasinya," tutupnya.
(don)
Lihat Juga :