Mitos Asal Usul Pontianak, Hantu Perempuan Bernama Kuntilanak

Sabtu, 15 Oktober 2022 - 05:32 WIB
loading...
Mitos Asal Usul Pontianak, Hantu Perempuan Bernama Kuntilanak
Pendiri Kerajaan Pontianak adalah Sultan Syarif Abdurrahman. Foto/Ist
A A A
Pontianak merupakan salah satu kota besar di Indonesia. Pontianak juga ibukota Provinsi Kalimantan Barat. Kota Pontianak didirikan Syarif Abdurrahman Alkadrie pada Rabu, 23 Oktober 1771 (14 Rajab 1185 H).

Belum banyak yang tahu asal usul kota ini. Sejumlah sumber menyebutkan latar belakang serta asal muasal berdirinya Pontianak. Di antaranya dikait-kaitkan dengan sosok hantu perempuan. Hantu bernama kuntilanak ini disebut dari perempuan yang meninggal saat melahirkan.

Munculnya Pontianak ditandai dengan pembukaan hutan di persimpangan Sungai Landak, Sungai Kapuas Kecil, dan Sungai Kapuas Besar. Di kawasan tersebut dibangun balai dan rumah tinggal.

Baca juga: Kisah Pangeran Diponegoro Perangi Belanda demi Kembalikan Hukum Islam

Selanjutnya, pada 1778 (1192 H), Syarif diangkat menjadi Sultan Pontianak pertama. Sebagai pertanda kekuasannya, dibangunlah sebuah Masjid Jami', yang kini bernama Masjid Sultan Syarif Abdurrahman dan Istana Kadariah yang terletak di Kelurahan Dalam Bugis, Kecamatan Pontianak Timur.

Menurut sejarawan Belanda dalam buku "Borneos Wester Afdeling", V.J. Verth, menuliskan sejarah kota Pontianak yang isinya sedikit berbeda dengan cerita yang banyak beredar saat ini. Verth dalam bukunya menyebutkan, Belanda masuk ke Pontianak pada tahun 1194 Hijriah (1773 Masehi) dari Batavia.

Ada pun Syarif Abdurrahman merupakan putra ulama dari Syarif Hussein bin Ahmed Alqadrie, atau dalam versi lain dikenal sebagai Al Habib Husin. Syarif meninggalkan kerajaan Mempawah dan mulai hidup merantau. Saat berada di wilayah Banjarmasin, Syarif menikah dengan adik sultan Banjar, Sunan Nata Alam dan dilantik sebagai Pangeran.

Syarif berhasil dalam kegiatan berdagang dan mengumpulkan modal yang cukup banyak untuk mempersenjatai kapal pelancang dan perahunya. Syarif memulai perlawanannya terhadap penjajahan Belanda.

Dengan bantuan Sultan Pasir, Syarif berhasil membajak kapal Belanda yang berada di dekat Bangka dan kapal Inggris serta Perancis di Pelabuhan Pasir. Setelah itu, Syarif menjadi orang yang berkecukupan dan mencoba untuk mendirikan permukiman di sebuah pulau di Sungai Kapuas.

Syarif menemukan cabang dari Sungai Landak yang kemudian dikembangkan menjadi pusat perdagangan yang makmur. Nah, kawasan inilah yang kemudian dikenal dengan nama Pontianak.

Pontianak dikenal sebagai kota khatulistiwa yang dilalui garis lintang nol derajat bumi. Di kota ini dibangun sebuah monumen atau Tugu khatulistiwa di daerah Siantan. Kota Pontianak yang memiliki luas wilayah 107,82 kilometer persegi ini juga menyimpan sebuah legenda yang berawal dari mitos mistis masa lalu.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2497 seconds (11.210#12.26)