18 Unggas Bernilai Ratusan Juta, Gagal Diselundupkan ke Maluku

Minggu, 05 Juli 2020 - 10:01 WIB
loading...
18 Unggas Bernilai Ratusan...
Tim pengawasan domestik Karantina Pertanian dan TNI AL, menggagalkan penyelundupan unggas ke Maluku, dan Papua. Foto/Ist.
A A A
MANADO - Petugas Karantina Pertanian Manado, bersama TNI AL, berhasil menggagalkan upaya penyelundupan unggas ke Provinsi Maluku, dan Papua, melalui jalur laut dengan menggunakan KM. Labobar.

(Baca juga: Kota Malang Zona Merah, 2 Orang Reaktif Langsung Diisolasi )

"Dua hari berturut-turut, sebanyak 18 ekor unggas yang akan diselundupkan berhasil digagalkan," kata Kepala Karantina Pertanian Manado, Donni Muskyidayan melalui keterangan tertulisnya, Minggu (4/7/2020).

Menurut Donni, Provinsi Maluku Utara, dan Papua, melarang hewan unggas hidup dari manapun masuk ke wilayahnya karena kedua wilayah ini masih bebas dari penyakit flu burung.

Hal ini juga tertuang dalam Keputusan Menteri Pertanian No. 87/Kpts/PK.320/I/2016 tentang Provinsi Maluku Utara bebas dari penyakit Avian Influenza pada unggas. Dan juga diperkuat dengan larangan pemasukkan unggas hidup ke provinsi tersebut, sesuai Pergub Maluku Utara No. 17/2007 tentang pengendalian lalu lintas, pemeliharaan dan peredaran unggas di wilayah Provinsi Maluku Utara.

Secara rinci Donni juga menjelaskan, unggas yang ditahan berjenis philipine sebanyak 11 ekor dan bangkok sebanyak tujuh ekor, harganya dapat mencapai Rp100 juta. Modus penyelundupan ayam tersebut dilakukan dengan cara dibungkus menggunakan karung dan kantong plastik dengan bantuan buruh bagasi kapal.

(Baca juga: Dini Hari, Gempa Bermagnitudo 5.3 Guncang Malang dan Blitar )

Sementara untuk modus penyelundupan unggas yang juga berhasil digagalkan dua hari sebelumnya sedikit berbeda. Yakni, jenis alat angkutnya adalah KMP. Dalente Woba, menuju Tobelo, Maluku Utara.

Upaya penyelundupan dengan menggunakan perahu kecil ini, untuk menghindari pantauan petugas. Namun dengan kerjasama dan kesigapan tim pengawas domestik, 13 ekor unggas pun berhasil digagalkan.

Saat ini unggas tersebut berada dalam penahanan Karantina Pertanian Manado di Wilayah Kerja Bitung untuk dilakukan proses lebih lanjut. "Selain adanya pelarangan masuk unggas ke wilayah tujuan, unggas yang akan dilalulintas inipun tidak dilaporkan sehingga tidak dapat kami jamin kesehatan dan keamanannya," tambah Donni.

(Baca juga: Reaktif Rapid Test, Calon Maba Universitas Haluoleo Terlantar )

Secara terpisah, Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Ali Jamil menjelaskan dengan wilayah tanah air yang berbentuk kepulauan dengan banyak tempat pemasukan dan pengeluarannya, maka diperlukan kerjasama dengan pihak keamanan baik Polri maupun TNI.

Apalagi dengan adanya perbedaan antar wilayah terhadap status penyakit dan hama, sehingga diperlukan peningkatan pengawasan lalu lintas hewan, tumbuhan dan produknya. "Kami juga mengimbau masyarakat untuk tidak segan-segan melaporkan saat hendak melalulintaskan produk pertanian, kita jaga bersama," pungkas Jamil.
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PLN Icon Plus Dukung...
PLN Icon Plus Dukung Perayaan Paskah Nasional 2026 di Manado
Panti Werdha di Manado...
Panti Werdha di Manado Terbakar, 16 Lansia Meninggal Dunia
Terjerat Kasus Hukum,...
Terjerat Kasus Hukum, Warga Binaan Rutan Malendeng Ini Tetap Dapat BLT Kesra
Kemendagri dan Setmilpres...
Kemendagri dan Setmilpres Verifikasi Lapangan Program Inovasi Ruang Terbuka Non Hijau Kota Manado
Sekolah Rakyat Bangun...
Sekolah Rakyat Bangun Generasi Berkarakter dan Berdaya Saing di Manado
Michael Sianipar Lantik...
Michael Sianipar Lantik Ketua DPW Partai Perindo Sulut
Marga Tombeng Berasal...
Marga Tombeng Berasal dari Mana? Nama Belakang Ibunda Mees Hilgers
7 Kuliner Khas Manado...
7 Kuliner Khas Manado untuk Pecinta Pedas, Kelezatannya Bikin Nagih
Inilah Burung yang Terancam...
Inilah Burung yang Terancam Punah di Indonesia, Nomor 2 hanya Tersisa Ratusan Ekor
Rekomendasi
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Momen Terakhir Wanita...
Momen Terakhir Wanita Tewas dalam Bungee Jumping 39 Meter: 'Bernapas Terengah-engah'
Pembaruan Windows 11...
Pembaruan Windows 11 Menyebabkan Serangkaian Bug Serius
Berita Terkini
BMKG Pantau Potensi...
BMKG Pantau Potensi Likuefaksi usai Gempa Besar M6,7 di Palu Sulteng
Gempa M6,7 di Palu Sulteng...
Gempa M6,7 di Palu Sulteng Akibat Aktivitas Sesar Sausu, bukan Palu-Koro yang Legendaris
Beri Layanan Kesehatan...
Beri Layanan Kesehatan Korban Banjir Aceh, USK Inisiasi Program Pengabdian Masyarakat
Kisah Mas Rushh Bangun...
Kisah Mas Rushh Bangun Personal Branding lewat Konten Keluarga
Sejumlah Bangunan Rusak...
Sejumlah Bangunan Rusak Akibat Gempa M 6,7 Palu
BMKG: 9 Gempa Susulan...
BMKG: 9 Gempa Susulan Terjadi Pascagempa M6,7 di Palu
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved