Malam Jumat Legi Dipilih Kapolri saat Umumkan 6 Tersangka Tragedi Kanjuruhan

Kamis, 06 Oktober 2022 - 21:01 WIB
loading...
Malam Jumat Legi Dipilih...
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menyatakan enam orang ditetapkan sebagai tersangka dalam Tragedi Kanjuruhan yang disampaikan di Polresta Malang Kota. Foto/SINDOnews/Yuswantoro
A A A
MALANG - Sebanyak enam orang ditetapkan sebagai tersangka dalam Tragedi Kanjuruhan. Penetapan nama para tersangka tersebut, disampaikan langsung oleh Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo di Polresta Malang Kota, Kamis (6/10/2022) malam.

Malam Jumat Legi dalam penanggalan Jawa, dipilih Kapolri untuk mengumumkan nama-nama tersangka tersebut. Di mana dalam hitungan neptu penanggalan Jawa, Jumat Legi memiliki neptu yang besar, yakni 11. Jumat Legi juga dipercaya oleh sebagian masyarakat sebagai hari sakral.

Baca juga: BREAKING NEWS! 6 Orang Ditetapkan Tersangka Tragedi Kanjuruhan

Terlepas dari pemilihan Jumat Legi sebagai haris pengumuman nama-nama tersangka, tentunya penetapan nama-nama tersangka ini sudah dilakukan oleh tim penyidik Mabes Polri secara seksama, serta memperhatikan seluruh bukti-bukti yang ada.

Akibat Tragedi Kanjuruhan tersebut, hingga saat ini ada sebanyak 131 orang meninggal dunia, dan tujuh orang masih dirawat di ruang ICU Rumah Sakit Syaiful Anwar (RSSA) Malang, karena mengalami luka berat.

Kapolri dalam paparannya menjelaskan, setelah melakukan pemeriksaan sejumlah personel polisi dan panitia penyelenggara serta operator pertandingan maka tim Investigasi telah melakukan gelar perkara.

"Tadi pagi telah dilaksanakan gelar perkara. Berdasarkan gelar dan alat bukti yang cukup maka ditetapkan enam tersangka," kata Kapolri saat jumpa pers di Polresta Malang Kota, Kamis (6/10/2022) malam.

Baca juga: 6 Orang Tersangka Tragedi Kanjuruhan, Ini Peran Mereka

Enam tersangka yang sudah ditetapkan adalah, AHR Direktur PT LIB; AH ketua Panpel Arema FC; SS selaku Security Officer Arema FC; Kompol W, Kabagops Polres Malang; AKP H, Danki Brimob Polda Jatim; dan AKP BSA, Kasatsamapta Polres Malang.

Kapolri menyatakan dalam mengusut tuntas tragedi di Stadion Kanjuruhan, Tim Investigasi melakukan kegiatan secara maraton, cepat, tetap berhati-hati, dan science tifik. "Kami lakukan pendalaman CCTV di lokasi kejadian. Pendalaman temuan, visum dan bercak darah, selongsong gas air mata, kondisi stadion," ujarnya.

Jalannya pertandingan lancar, namun pada akhir pertandingan muncul reaksi dari penonton. Ada beberapa suporter masuk lapangan. Sementara tim yang lain melakukan evakuasi official Persebaya, menggunakan empat unit baracuda yang dipimpin Kapolres Malang.



Proses evakuasi sempat terhambat dan berjalan satu jam lebih, karena ada upaya penghadangan. "Di dalam stadion ada penonton yang turun semakin banyak. Akhirnya anggota melakukan penggunaan kekuatan. Termasuk saat mengamankan kiper Arema Adilson Maringga," ujar Listyo.

Ada 11 personel yang menembakkan gas air mata. Tujuh tembakan ke tribun selatan, tiga tembakan ke tengah lapangan, satu tembakan ke sisi utara. Menurut Kapolri, penembakan itu bertujuan mencegah penonton yang turun ke lapangan.

Penonton yang berusaha ke luar dari tribun stadion, mengalami kendala. Ada 14 pintu, harusnya lima menit sebelum akhir pertandingan pintu dibuka. Namun pintu dibuka tidak sepenuhnya, hanya sekitar 1,5 meter dan petugas tidak ada di tempat.

Selain itu, di pintu ke luar stadion juga terdapat besi melintang, sehingga penonton terhambat saat ke luar. Kondisi ini membuat penonton berdesak-desakan selama sekitar 20 menit, hingga banyak jatuh korban.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pengamat Apresiasi Pendekatan...
Pengamat Apresiasi Pendekatan Humanis Polri dalam Mengawal Aksi Demonstrasi Mahasiswa
Kapolri Naikkan Pangkat...
Kapolri Naikkan Pangkat Brigadir Arya Supena yang Gugur Ditembak Maling di Lampung
Warga Apresiasi Kapolri...
Warga Apresiasi Kapolri dengan Nama Anak Presisi
Kapolri Tinjau Stasiun...
Kapolri Tinjau Stasiun Tugu DIY, Pastikan Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 Berjalan Aman
Menjelang Arus Mudik,...
Menjelang Arus Mudik, Kapolri Pastikan Kesiapan Sarpras dan Personel Hadapi Bencana
Lemkapi: Kebijakan Kapolri...
Lemkapi: Kebijakan Kapolri Terapkan FIFO untuk Cegah Penumpukan Pemudik di Pelabuhan
Kapolri Lantik Kakorlantas...
Kapolri Lantik Kakorlantas Baru dan 6 Kapolda, Ini Daftarnya
HUT ke-80 Bhayangkara,...
HUT ke-80 Bhayangkara, Transformasi Polri di Era Listyo Sigit Dapat Apresiasi
HUT ke-80 Bhayangkara,...
HUT ke-80 Bhayangkara, Prabowo Potong Tumpeng dan Serahkan ke Kapolri
Rekomendasi
Nasib Apes Pesawat Boeing...
Nasib Apes Pesawat Boeing 737 Hilang Kontak, Ditemukan Jadi Puing-puing di Laut Arab
KPK Panggil Sekda dan...
KPK Panggil Sekda dan Anggota DPRD terkait Kasus Bupati Muara Enim
Demi Film Baru, Davina...
Demi Film Baru, Davina Karamoy Rela Potong Rambut yang Dipanjangkan 6 Tahun
Berita Terkini
Pemprov DKI Bakal Bangun...
Pemprov DKI Bakal Bangun 11 Rusun Baru, Pramono: Baru Dua yang Sudah Ada Angggarannya
Perbaikan MBG Harus...
Perbaikan MBG Harus Dimulai dari Ketepatan Sasaran hingga Transparansi Tata Kelola
Polisi Sebut Kaca Gedung...
Polisi Sebut Kaca Gedung BGN Pecah Akibat Pemuaian, Bukan Penembakan
LRT Jakarta Fase 1B...
LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Tersambung 100 Persen, Ditargetkan Beroperasi Agustus 2026
Gubernur Riau Nonaktif...
Gubernur Riau Nonaktif Abdul Wahid Dituntut 8,5 Tahun Penjara dalam Kasus Pemerasan PUPR
SMP IL Kapten Fatubaa...
SMP IL Kapten Fatubaa NTT Raih Juara Utama di Kompetisi AIA Healthiest Schools 2026
Infografis
Inilah 6 Perang yang...
Inilah 6 Perang yang Sedang Dijalani oleh Prancis Saat Ini
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved