8 Fakta di Balik Kasus Pengintipan Payudara Pelanggan Starbucks
Sabtu, 04 Juli 2020 - 15:10 WIB
loading...
Video yang memperlihatkan pengunjung melalui CCTV Starbucks. Foto: Ist/Twitter
A
A
A
JAKARTA - Perilaku tidak terpuji dilakukan dua karyawan Starbucks yang mengintip payudara pelanggan melalui kamera CCTV. Videonya kemudian viral di media sosial. Yang menarik, justru pelaku yang sengaja merekam dan menyebarkan video tersebut ke Instagram pribadinya.
Salah satu pelaku, D, saat ini sudah berstatus tersangka. Sementara satu orang rekannya berinisial K masih diperiksa oleh polisi. K diketahui bersama D di lokasi saat kejadian. (Baca juga: Terungkap Alasan Karyawan Starbuck Nekat Intip Payudara Pelanggan)
Berikut delapan fakta yang dirangkum SINDOnews dalam kasus pelecehan seksual tersebut.
1. Pelaku D sadar melakukan perbuatannya itu di tempat kerjanya, yakni Starbucks kawasan Sunter, Jakarta Utara.
Maksud D hanya ingin iseng dan bercanda, namun akhirnya berujung pada laporan korban ke polisi.
2. Video direkam bersama rekannya, yang merupakan pria yang senang (suka) dengan korban. Satu orang yang mengoperasikan monitor CCTV dan satu merekam dengan ponsel.
3. Pelaku merekam dan menyebarkan sendiri videonya kepada rekan-rekannya hingga akhirnya menjadi viral di media sosial.
4. Kedua pelaku, D dan K, diciduk polisi pada Kamis (2/7/2020) malam tanpa ada perlawanan.
Salah satu pelaku, D, saat ini sudah berstatus tersangka. Sementara satu orang rekannya berinisial K masih diperiksa oleh polisi. K diketahui bersama D di lokasi saat kejadian. (Baca juga: Terungkap Alasan Karyawan Starbuck Nekat Intip Payudara Pelanggan)
Berikut delapan fakta yang dirangkum SINDOnews dalam kasus pelecehan seksual tersebut.
1. Pelaku D sadar melakukan perbuatannya itu di tempat kerjanya, yakni Starbucks kawasan Sunter, Jakarta Utara.
Maksud D hanya ingin iseng dan bercanda, namun akhirnya berujung pada laporan korban ke polisi.
2. Video direkam bersama rekannya, yang merupakan pria yang senang (suka) dengan korban. Satu orang yang mengoperasikan monitor CCTV dan satu merekam dengan ponsel.
3. Pelaku merekam dan menyebarkan sendiri videonya kepada rekan-rekannya hingga akhirnya menjadi viral di media sosial.
4. Kedua pelaku, D dan K, diciduk polisi pada Kamis (2/7/2020) malam tanpa ada perlawanan.
Lihat Juga :