Keris Kyai Carubuk, Pusaka Sakti yang Kalahkan Kesaktian Kyai Setan Kober Arya Panangsang
Selasa, 04 Oktober 2022 - 05:03 WIB
loading...
A
A
A
Kala itu, menurut cerita yang berkembang di kalangan masyarakat, Sunan Kalijaga meminta tolong kepada sahabatnya Mpu Supa Mandragi. Dia meminta agar dibuatkan sebilah pisau yang akan digunakan untuk menyembelih kambing. Baca juga: Apakah Walisongo Keturunan Nabi Muhammad SAW? Berikut Nasab Lengkapnya
Untuk material pembuatan pisau tersebut Sunan Kalijaga membawa sendiri bahannya berupa biji besi. Namun, yang membuat Mpu Supa bingung, biji besi yang dibawa sahabatnya itu ukurannya hanya sebesar biji asam jawa. Bagaimana mungkin, besi seukuran biji asam itu bisa dibuat pisau untuk menyembelih hewan.
Yang membuat Mpu Supa lebih terkejut lagi, saat menerima biji besi tersebut, ternyata bobotnya sangat berat, suatu yang tidak wajar. Menghadapi kenyataan aneh ini, sang pandai besi merasa galau, cemas, bahkan takut tidak bisa memenuhi permintaan sahabatnya.
Sunan yang membaca kegelisahan hati sahabatnya itu langsung meyakinkannya bahwa besi bakal pisau tersebut, hanya ukurannya saja yang kecil tetapi sebenarnya besar seperti gunung. Ucapan Suanan seketika membuat mata Mpu Supa terbuka. Ia melihat beji besi seukuran biji asam tersebut sungguh sebesar gunung.
Keanehan itu pun membuatnya bertambah takut. Namun perlahan sang mpu menyadari bahwa sahabatnya itu merupakan seorang wali yang dikasihi sang pencipta kehidupan. Kesadaran ini perlahan membuat Mpu Supa dapat mengendalikan perasan gugupnya dan meminta penuntunan hidup kepada Sunan Kalijaga menuju keyakinan yang hakiki.
Setelah tantangan itu dilewatinya, Mpu Supa menyatakan sanggup untuk mengerjakan pesanan sahabatnya itu. Sunan pun pamit pulang usai mendengar sahabatnya menyanggupi.
Konon, setelah memesan dibuatkan pisau, Sunan Kalijaga sempat lupa kalau dirinya pernah memesan sebilah pisau pada Mpu Supa. Mpu Supa pun tidak diberi batas waktu kapan dia harus menyelesaikan pekerjaan itu. Beberapa tahun kemudian, saat Sunan Kalijaga ingat akan pesanannya, ia kembali menemui Mpu Supa dan menanyakan hasilnya.
Untuk material pembuatan pisau tersebut Sunan Kalijaga membawa sendiri bahannya berupa biji besi. Namun, yang membuat Mpu Supa bingung, biji besi yang dibawa sahabatnya itu ukurannya hanya sebesar biji asam jawa. Bagaimana mungkin, besi seukuran biji asam itu bisa dibuat pisau untuk menyembelih hewan.
Yang membuat Mpu Supa lebih terkejut lagi, saat menerima biji besi tersebut, ternyata bobotnya sangat berat, suatu yang tidak wajar. Menghadapi kenyataan aneh ini, sang pandai besi merasa galau, cemas, bahkan takut tidak bisa memenuhi permintaan sahabatnya.
Sunan yang membaca kegelisahan hati sahabatnya itu langsung meyakinkannya bahwa besi bakal pisau tersebut, hanya ukurannya saja yang kecil tetapi sebenarnya besar seperti gunung. Ucapan Suanan seketika membuat mata Mpu Supa terbuka. Ia melihat beji besi seukuran biji asam tersebut sungguh sebesar gunung.
Keanehan itu pun membuatnya bertambah takut. Namun perlahan sang mpu menyadari bahwa sahabatnya itu merupakan seorang wali yang dikasihi sang pencipta kehidupan. Kesadaran ini perlahan membuat Mpu Supa dapat mengendalikan perasan gugupnya dan meminta penuntunan hidup kepada Sunan Kalijaga menuju keyakinan yang hakiki.
Setelah tantangan itu dilewatinya, Mpu Supa menyatakan sanggup untuk mengerjakan pesanan sahabatnya itu. Sunan pun pamit pulang usai mendengar sahabatnya menyanggupi.
Konon, setelah memesan dibuatkan pisau, Sunan Kalijaga sempat lupa kalau dirinya pernah memesan sebilah pisau pada Mpu Supa. Mpu Supa pun tidak diberi batas waktu kapan dia harus menyelesaikan pekerjaan itu. Beberapa tahun kemudian, saat Sunan Kalijaga ingat akan pesanannya, ia kembali menemui Mpu Supa dan menanyakan hasilnya.
Lihat Juga :