Dinas Pertanahan OKI: Penyelesaikan Kasus Sengketa Lahan Meningkat

Sabtu, 04 Juli 2020 - 10:31 WIB
loading...
Dinas Pertanahan OKI:...
Dinas Pertanahan OKI: Penyelesaikan Kasus Sengketa Lahan Meningkat. Foto/SINDOnews/Novan Wij
A A A
OKI - Penanganan kasus sengketa lahan berdasarkan pengaduan yang masuk ke Dinas Pertanahan (Dispertan) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) terhitung sejak Januari-Juni 2020 mengalami peningkatan signifikan dari sebelumnya.

Hal ini disampaikan langsung Kepala Dinas Pertanahan (Kadispertan) OKI Dedi Kurniawan. Ia menjelaskan, berdasarkan data tabulasi yang dikeluarkan, tercatat sebanyak 15 kasus sengketa lahan yang beberapa diantaranya berhasil diselesaikan.

"Ada 4 (empat) kasus yang sudah selesai 100 persen, sisanya sedang dalam proses penanganan. Secara persentase, sebanyak 2 (dua) kasus sudah mencapai 75 persen, 2 kasus kurang dari 25 persen, dan 7 (tujuh) kasus kurang dari 50 persen," jelas Dedi saat dikonfirmasi diruang kerjanya, Jumat (3/7/2020).

Dedi mengatakan, peningkatan tersebut terjadi berkat komunikasi serta koordinasi yang baik yang dilakukan pihaknya bersama para pemangku kepentingan. Selin itu, pihaknya juga menggunakan metode baru.

"Pihak yang bersengketa tidak kita pertemukan dalam satu musyawarah, diawal kita lakukan pengumpulan data dari masing-masing pihak, dan pendekatan persuasif kepada masing-masing pihak, sehingga diketahui keinginan dari masing-masing pihak. Kemudian kita juga memberikan advice atau pertimbangan kepada masing-masing pihak secara tersendiri terhadap kemungkinan-kemungkinan apa saja yg akan terjadi bila salah dalam mengambil keputusan," paparnya.

Lebih jauh Dedi menjelaskan, pihaknya juga melibatkan seluruh elemen mulai dari tingkat terbawah.

"Kita libatkan dari tingkat bawah, desa dan kecamatan, kemudian rekomendasi akhir atau pertimbangan teknis kami juga melibatkan pada OPD terkait, misalnya pada kasus klaim lahan perkebunan," jelasnya.

Terkait pencapaian tersebut, Dedi mengungkapkan, sebagai mediator tentu agenda-agenda pertemuan dan peninjauan kelapangan akan dilakukan sebagai bahan penunjang tindak lanjut.

Kadangkala penanganan sebuah konflik kita sangat memerlukan dukungan dan kerja sama dari rekan-rekan Kepolisian, TNI dan Kejaksaan OKI.

"Sebagai contoh misalnya Jaksa Pengacara Negara dan misalnya pada rencana penanganan kasus plasma Desa Balian bahwa kasus tersebut akan sulit dipecahkan bila hanya mengandalkan pemerintah daerah. Namun, perlu tindakan Extraordinary dengan melibatkan bapak-bapak dari Polres OKI, Kejaksaan OKI dan Kodim 0402 mengingat rumitnya persoalan tersebut," ungkapnya lagi.

Dengan segala pencapaiannya tersebut, Dedi berharap kedepan Dispertan semakin profesional dan semakin meningkatkan pelayanan di bidang pertanahan, terutama di bidang pengaduan masyarakat. (Baca juga: Enam Ruas Jalan Rusak di Palembang Masuk KPBU)

"Tahun depan kami akan membuat sebuah perangkat aplikasi dimana masyarakat bisa memantau secara langsung proses penanganan yang dilakukan oleh dispertan. Progresnya sudah sampai dimana serta aksesnya kita rencanakan diteruskan ke lembaga-lembaga terkait sebagai bentuk akuntabilitas dan transparansi. Tentu upaya-upaya tersebut diatas adalah salah satu dukungan dinas pertanahan untuk OKI MANDIRA," tandasnya.
(boy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
5 Amanat Petani Tembakau...
5 Amanat Petani Tembakau Madura-Nusantara di Tengah Penyimpangan Pita Cukai
Menguak Tabir Hubungan...
Menguak Tabir Hubungan Rahasia Kerajaan Nusantara dan Kesultanan Persia: Diplomasi Rempah yang Mengubah Wajah Indonesia!
Raja Singasari Kertanagara...
Raja Singasari Kertanagara Pencetus Penyatuan Nusantara yang Gemar Jalankan Ritual Tantrayana
Infrastuktur Hidrogen...
Infrastuktur Hidrogen Hijau Kunci Wujudkan Dekarbonisasi Transportasi
Majelis Adat Kerajaan...
Majelis Adat Kerajaan Nusantara Dukung Pembangunan Nasional
Kekuasaan hingga Semenanjung...
Kekuasaan hingga Semenanjung Melayu Buat Kerajaan Sriwijaya Jadi Poros Perdagangan Internasional
Pangan Lokal Tergerus...
Pangan Lokal Tergerus Modernisasi, Pakar Dorong Literasi Pangan Nusantara
Kolaborasi Budaya Nusantara...
Kolaborasi Budaya Nusantara untuk Pemberdayaan Perempuan dan Penguatan UMKM
Waka BRIN Sebut Pentingnya...
Waka BRIN Sebut Pentingnya Kesetaraan Peradaban Nusantara dengan China
Rekomendasi
BGN Evaluasi Insentif...
BGN Evaluasi Insentif SPPG Rp6 Juta per Hari
10 Pertandingan Terbaik...
10 Pertandingan Terbaik dalam Sejarah Piala Dunia: Ada Tangan Tuhan Maradona hingga Magis Messi
Ceferin Bilang Piala...
Ceferin Bilang Piala Dunia 2026 Tak Menarik, 13 Negara Murka
Berita Terkini
Nabung Emas di BRImo...
Nabung Emas di BRImo Kini Otomatis Lewat Fitur Toggle, Modal Mulai Rp10 Ribu!
Sempat Memanas, Mahasiswa...
Sempat Memanas, Mahasiswa yang Demo di Jalan Jenderal Sudirman Akhirnya Membubarkan Diri
Mahasiswa BEM SI Kerakyatan...
Mahasiswa BEM SI Kerakyatan Bubarkan Diri, Polisi Bersihkan Sampah di Depan Gedung DPR
15 Mahasiswa Diterima...
15 Mahasiswa Diterima di Istana Wapres Gibran usai Demo di Jalan Medan Merdeka
Sahroni Apresiasi Polisi...
Sahroni Apresiasi Polisi Ringkus Pelaku Penculikan Lansia di PIK: Tangkap Apa Pun Motifnya!
Demo Mahasiswa Belum...
Demo Mahasiswa Belum Kelar, Arus Lalu Lintas di Jalan Jenderal Sudirman Tersendat
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved