Tragedi Kanjuruhan, SAPMA PP Dukung Investigasi Kemenpora dan Kapolri
Minggu, 02 Oktober 2022 - 14:09 WIB
loading...
Ketua Umum SAPMA Pemuda Pancasila Aulia Arief. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali diperintahkan segera bergerak terkait tragedi di Stadion Kanjuruhan yang memakan ratusan korban jiwa. Tragedi tersebut terjadi usai laga Arema vs Persebaya pada Sabtu 1 Oktober 2022.
Langkah yang diambil Pemerintah langsung dari Presiden Joko Widodo ini, mendapatkan apresiasi dari berbagai lapisan masyarakat, Satuan Siswa Pelajar dan Mahasiswa (SAPMA) Pemuda Pancasila mendukung langkah sigap Pemerintah tersebut.
”Insiden ini mengundang keprihatinan bersama. Kita doakan para korban diterima Allah SWT, kami mendukung Investigasi menyeluruh yang dilakukan langsung Kemenpora dan Kapolri,” ujar Ketua Umum SAPMA Pemudan Pancasila, Aulia Arief, Minggu (2/10/2022).
Baca juga: Mahfud MD: Kapasitas Stadion Kanjuruhan 38.000, Tiket Dicetak 42.000
Peristiwa terjadi saat sekelompok suporter Arema FC, Aremania, terlibat bentrok dengan aparat usai tim kesayangannya dikalahkan Persebaya Surabaya dengan skor 2-3. Total korban meninggal dunia berjumlah 153 orang.
Selain itu, ratusan orang lainnya sampai saat ini masih mendapatkan perawatan intensif di sejumlah rumah sakit di Malang. Selain korban meninggal dunia, tercatat ada 13 unit kendaraan yang mengalami kerusakan, 10 di antaranya merupakan kendaraan Polri.
Pria yang biasa disapa Ebot ini, juga menegaskan untuk SAPMA Kota dan Kabupaten Malang agar mendirikan posko pusat krisis dan pusat trauma di wilayah setempat untuk menampung informasi seluruh warga terkhusus bagi sanak dan keluarga korban.
Langkah yang diambil Pemerintah langsung dari Presiden Joko Widodo ini, mendapatkan apresiasi dari berbagai lapisan masyarakat, Satuan Siswa Pelajar dan Mahasiswa (SAPMA) Pemuda Pancasila mendukung langkah sigap Pemerintah tersebut.
”Insiden ini mengundang keprihatinan bersama. Kita doakan para korban diterima Allah SWT, kami mendukung Investigasi menyeluruh yang dilakukan langsung Kemenpora dan Kapolri,” ujar Ketua Umum SAPMA Pemudan Pancasila, Aulia Arief, Minggu (2/10/2022).
Baca juga: Mahfud MD: Kapasitas Stadion Kanjuruhan 38.000, Tiket Dicetak 42.000
Peristiwa terjadi saat sekelompok suporter Arema FC, Aremania, terlibat bentrok dengan aparat usai tim kesayangannya dikalahkan Persebaya Surabaya dengan skor 2-3. Total korban meninggal dunia berjumlah 153 orang.
Selain itu, ratusan orang lainnya sampai saat ini masih mendapatkan perawatan intensif di sejumlah rumah sakit di Malang. Selain korban meninggal dunia, tercatat ada 13 unit kendaraan yang mengalami kerusakan, 10 di antaranya merupakan kendaraan Polri.
Pria yang biasa disapa Ebot ini, juga menegaskan untuk SAPMA Kota dan Kabupaten Malang agar mendirikan posko pusat krisis dan pusat trauma di wilayah setempat untuk menampung informasi seluruh warga terkhusus bagi sanak dan keluarga korban.
Lihat Juga :