Kisah Wisnuwardhana, Satu-satunya Raja Singasari yang Meninggal dengan Tenang
Sabtu, 01 Oktober 2022 - 04:59 WIB
loading...
A
A
A
Dikisahkan dalam Pararaton , Anusapati adalah putra Tunggul Ametung yang mati dibunuh Ken Arok dengan Ken Dedes. Setelah dewasa, Anusapati yang memang ingin membalaskan dendam ayahnya, mengotaki pembunuhan Ken Arok pada 1247. Anusapati kemudian bertakhta di Tumapel. Namun, pada 1249, Anusapati mati di tangan Tohjaya.
Kitab Pararaton menyebutkan bahwa Tohjaya adalah anak Ken Arok dari istri selirnya yang bernama Ken Umang. Pararaton selanjutnya mengungkapkan, Anusapati memiliki putra bernama Ranggawuni atau yang nantinya dikenal sebagai Wisnuwardhana.
Sementara itu, Tohjaya dinobatkan sebagai raja setelah Anusapati tewas. Wisnuwardhana mendapat dukungan dari kalangan istana untuk memberontak terhadap Tohjaya pada 1250. Tohjaya terluka parah dalam pertempuran dan akhirnya mati. Wisnuwardhana pun naik takhta sebagai pemimpin baru Tumapel.
Di sisi lain, Negarakertagama juga mengakui nama Anusapati. Namun, berbeda dengan Pararaton, Anusapati versi Negarakertagama adalah putra dari Ranggah Rajasa Sang Girinathaputra, penguasa Tumapel.
Dalam versi Pararaton, posisi Ranggah Rajasa barangkali diwujudkan pada sosok Tunggul Ametung atau Ken Arok karena Negarakertagama tidak pernah menyebut dua nama yang pernah memimpin Tumapel ini.
Kitab Pararaton menyebutkan bahwa Tohjaya adalah anak Ken Arok dari istri selirnya yang bernama Ken Umang. Pararaton selanjutnya mengungkapkan, Anusapati memiliki putra bernama Ranggawuni atau yang nantinya dikenal sebagai Wisnuwardhana.
Sementara itu, Tohjaya dinobatkan sebagai raja setelah Anusapati tewas. Wisnuwardhana mendapat dukungan dari kalangan istana untuk memberontak terhadap Tohjaya pada 1250. Tohjaya terluka parah dalam pertempuran dan akhirnya mati. Wisnuwardhana pun naik takhta sebagai pemimpin baru Tumapel.
Di sisi lain, Negarakertagama juga mengakui nama Anusapati. Namun, berbeda dengan Pararaton, Anusapati versi Negarakertagama adalah putra dari Ranggah Rajasa Sang Girinathaputra, penguasa Tumapel.
Dalam versi Pararaton, posisi Ranggah Rajasa barangkali diwujudkan pada sosok Tunggul Ametung atau Ken Arok karena Negarakertagama tidak pernah menyebut dua nama yang pernah memimpin Tumapel ini.
Lihat Juga :