Mengenal Weton dan Neptu Jawa, Rujukan untuk Menentukan Hari Baik bagi Masyarakat Jawa
Kamis, 29 September 2022 - 17:35 WIB
loading...
A
A
A
Dikutip dari jurnal berjudul Perhitungan Weton sebagai Penentu Hari Pernikahan dalam Tradisi Masyarakat Jawa Kabupaten Deli Serdang karya Khairul Fahmi Harahap, dkk, weton merupakan gabungan dari tujuh hari dalam seminggu (Minggu-Sabtu) dengan lima hari pasaran Jawa (Legi-Kliwon).
Adapun perputaran dilakukan selama 35 hari, sehingga dalam perhitungan Jawa, hari kelahiran berulang setiap lima minggu sejak hari kelahiran. Biasanya, para masyarakat Jawa menggunakan weton sebagai perhitungan ketika mencari hari baik untuk melangsungkan pernikahan.
Baca juga : Keteladanan Sunan Muria, Walisongo Termuda yang Mengakulturasi Budaya Jawa dan Islam
Dalam riwayatnya, tradisi weton ini berawal dari munculnya tokoh bernama Aji Saka yang berasal dari tanah Majeti. Sebuah negeri yang ada dalam mitologi suku Jawa.
Sejarah tersebut menjadi awal mula munculnya kalender Jawa yang disebut kalender saka. Pada penggunaannya, kalender saka juga menjadi acuan dalam penghitungan weton.
Adapun perputaran dilakukan selama 35 hari, sehingga dalam perhitungan Jawa, hari kelahiran berulang setiap lima minggu sejak hari kelahiran. Biasanya, para masyarakat Jawa menggunakan weton sebagai perhitungan ketika mencari hari baik untuk melangsungkan pernikahan.
Baca juga : Keteladanan Sunan Muria, Walisongo Termuda yang Mengakulturasi Budaya Jawa dan Islam
Dalam riwayatnya, tradisi weton ini berawal dari munculnya tokoh bernama Aji Saka yang berasal dari tanah Majeti. Sebuah negeri yang ada dalam mitologi suku Jawa.
Sejarah tersebut menjadi awal mula munculnya kalender Jawa yang disebut kalender saka. Pada penggunaannya, kalender saka juga menjadi acuan dalam penghitungan weton.
Lihat Juga :