Pentingnya Literasi Digital untuk Penggunaan Media Sosial yang Kebablasan

Rabu, 28 September 2022 - 22:05 WIB
loading...
Pentingnya Literasi Digital untuk Penggunaan Media Sosial yang Kebablasan
Ketua Tim Jabar Saber Hoaks, Enda Nasution menyatakan, percepatan literasi digital tentang bijak bersosial media sangat penting. Foto/Ist
A A A
BANDUNG - Media sosial selama ini sudah menjadi ruang untuk bersosialisasi dan berinteraksi. Namun sayangnya, ruang ini justru sering berubah menjadi lingkungan yang seakan tanpa norma dan etika.

Ajang eksistensi diri yang berlebihan dari aktivitas pendek berupa gerakan jari. Bahkan viral pun dianggap tujuan utama walaupun tampak tak bermoral.

Baca juga: Literasi Digital Nasional untuk Indonesia yang Cakap Digital

Aktivis media sosial, Enda Nasution turut menanggapi krisis kesantunan netizen di sosial media yang kini menjadi fenomena tersendiri ditengah kemajuan teknologi informasi. Dirinya menilai percepatan literasi digital menjadi salah satu solusi efektif, guna meringankan penyakit kronis netizen yang tak kunjung reda.

“Harus ada program-program yang lebih sistematis dalam rangka mengedukasi masyarakat tentang literasi digital tentang bijak bersosial media dan tentang dampak dari penggunaan media sosial yang kebablasan,” ujar Ketua Tim Jabar Saber Hoaks ini, Rabu (28/9/2022).

Dirinya melanjutkan, krisis kesantunan sejatinya sudah bukan hal baru bagi dunia media sosial dalam negeri. Sehingga dirinya menganggap justru fenomena ini akan terus melekat dan menjadi bagian dari dinamika media sosial.

“Ini memang sesuatu yang tidak akan hilang dari kehidupan kita selamanya. Hal ini sama seperti kehidupan nyata, akan selalu ada peristiwa-peristiwa atau insiden-insiden yang memperlihatkan adanya kekerasan verbal atau kekerasan fisik,” tutur Enda.

Baca juga: Program Literasi Digital Nasional Dorong Percepatan Ekonomi

Namun demikian, pria yang juga merupakan Koordinator Gerakan #BijakBersosmed ini mengatakan, hal tersebut tidak boleh semata-mata membuat seluruh pihak menutup mata bahwa fenomena tersebut memang berbahaya dan perlu diawasi.

Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2015 seconds (10.101#12.26)