Pembangunan RSUD Jampang Kulon Mangkrak, Kinerja Dinkes Jabar Disorot
Jum'at, 03 Juli 2020 - 20:04 WIB
loading...
A
A
A
"Sebab, selama ini masyarakat kalau mau berobat harus jauh ke Sukabumi, jaraknya sangat jauh. Tapi sekarang, bangunan rawat inap di RSUD Jampang Kulon malah dihancurkan, tapi oleh Dinkes Jabar tidak dibangun lagi. Yang sudah beres tender malah dibatalkan oleh Dinkes Jabar," paparnya.
Pihaknya mempertanyakan penghancuran bangunan rawat inap RSUD Jampang Kulon. Selain itu, pembatalan tender pembangunan RSUD Jampang Kulon. Apalagi, kata dia, pemenang tender dan PPK sudah menyepakati kontrak kerja pembangunan.
"Ada apa ini? Kok Dinkes Jabar seperti main-main? Padahal, fasilitas rumah sakit ini sangat dibutuhkan dan ditunggu masyarakat," tegasnya.
Menanggapi keluhan tersebut, Sekretaris Dinkes Jabar, Siska Gerfianti membantah bahwa pembatalan pembangunan RSUD Jampang Kulon sebagai kebijakan Dinkes Jabar.
Menurutnya, pembatalan tender-tender pembangunan infrastruktur fasilitas kesehatan, termasuk RSUD Jampang Kulon sudah sesuai arahan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri (Mendagri).
"Seluruh proyek pembangunan fisik di Pemprov Jabar dihentikan karena seluruh anggaran dialihkan untuk di-refocusing untuk penanganan COVID-19. Itu kebijakan Mendagri, bukan Dinkes Jabar," tegasnya.
Pihaknya mempertanyakan penghancuran bangunan rawat inap RSUD Jampang Kulon. Selain itu, pembatalan tender pembangunan RSUD Jampang Kulon. Apalagi, kata dia, pemenang tender dan PPK sudah menyepakati kontrak kerja pembangunan.
"Ada apa ini? Kok Dinkes Jabar seperti main-main? Padahal, fasilitas rumah sakit ini sangat dibutuhkan dan ditunggu masyarakat," tegasnya.
Menanggapi keluhan tersebut, Sekretaris Dinkes Jabar, Siska Gerfianti membantah bahwa pembatalan pembangunan RSUD Jampang Kulon sebagai kebijakan Dinkes Jabar.
Menurutnya, pembatalan tender-tender pembangunan infrastruktur fasilitas kesehatan, termasuk RSUD Jampang Kulon sudah sesuai arahan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri (Mendagri).
"Seluruh proyek pembangunan fisik di Pemprov Jabar dihentikan karena seluruh anggaran dialihkan untuk di-refocusing untuk penanganan COVID-19. Itu kebijakan Mendagri, bukan Dinkes Jabar," tegasnya.
Lihat Juga :