HUT Ke-31, Paljaya Terus Berkomitmen Wujudkan Sanitasi Aman untuk Warga Jakarta
Minggu, 25 September 2022 - 11:32 WIB
loading...
A
A
A
Kemudian, menyedot lumpur tinja dari tangki septik secara berkala minimal 3 tahun sekali untuk memastikan agar air dikembalikan ke lingkungan sudah aman dan tidak mencemari air tanah atau air permukaan.
Untuk sistem setempat ini Paljaya memiliki layanan penjualan tangki septik BIOPAL, penyedotan lumpur tinja dan pengolahannya di Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT). DKI Jakarta memiliki 2 IPLT yang berlokasi di Pulo Gebang dan Duri Kosambi dengan kapasitas total 1.800 m3/hari.
Untuk sistem setempat, Paljaya melaksanakan Program Revitalisasi Tangki Septik dengan tujuan area-area yang belum dijangkau jaringan perpipaan air limbah masyarakat sudah menggunakan tangki septik yang aman.
Pendekatan kedua yaitu menggunakan sistem pengelolaan secara terpusat di mana air limbah yang dihasilkan langsung dialirkan melalui jaringan perpipaan air limbah dan diolah di IPAL.
Saat ini, Paljaya dengan IPAL Setiabudi dan IPAL Krukut melayani zona 0 (salah satu zona dari total 15 zona pengelolaan air limbah di Jakarta) dengan kapasitas total sekitar 30.000 m3/hari yang melayani 2.699.205 People Equivalent (PE) dan akan terus bertambah seiring perluasan jaringan perpipaan.
Jika tempat tinggal kita/tempat kerja sudah dilalui jaringan perpipaan air limbah, kita dapat menyambungkan dan membuang air limbah baik air limbah kakus (blackwater) maupun air limbah non kakus (greywater) yang berasal dari cucian, dapur, ke jaringan perpipaan untuk dialirkan ke IPAL tanpa perlu bergantung pada tangki septik lagi dan tidak memerlukan penyedotan air limbah lagi.
Untuk sistem setempat ini Paljaya memiliki layanan penjualan tangki septik BIOPAL, penyedotan lumpur tinja dan pengolahannya di Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT). DKI Jakarta memiliki 2 IPLT yang berlokasi di Pulo Gebang dan Duri Kosambi dengan kapasitas total 1.800 m3/hari.
Untuk sistem setempat, Paljaya melaksanakan Program Revitalisasi Tangki Septik dengan tujuan area-area yang belum dijangkau jaringan perpipaan air limbah masyarakat sudah menggunakan tangki septik yang aman.
Pendekatan kedua yaitu menggunakan sistem pengelolaan secara terpusat di mana air limbah yang dihasilkan langsung dialirkan melalui jaringan perpipaan air limbah dan diolah di IPAL.
Saat ini, Paljaya dengan IPAL Setiabudi dan IPAL Krukut melayani zona 0 (salah satu zona dari total 15 zona pengelolaan air limbah di Jakarta) dengan kapasitas total sekitar 30.000 m3/hari yang melayani 2.699.205 People Equivalent (PE) dan akan terus bertambah seiring perluasan jaringan perpipaan.
Jika tempat tinggal kita/tempat kerja sudah dilalui jaringan perpipaan air limbah, kita dapat menyambungkan dan membuang air limbah baik air limbah kakus (blackwater) maupun air limbah non kakus (greywater) yang berasal dari cucian, dapur, ke jaringan perpipaan untuk dialirkan ke IPAL tanpa perlu bergantung pada tangki septik lagi dan tidak memerlukan penyedotan air limbah lagi.
Lihat Juga :