Siasat Majapahit dan Pasukan Mongol Bersatu Hancurkan Kerajaan Kediri

Sabtu, 24 September 2022 - 05:00 WIB
loading...
Siasat Majapahit dan...
Koalisi tentara Majapahit dan pasukan Mongol berhasil menghancurkan Kerajaan Kediri.Foto/ist
A A A
Kekaisaran Mongol di bawah pimpinan Khubilai Khan berang sepeninggal utusan Mongol ke Kerajaan Singasari. Utusan mereka Meng Khi diperlakukan sewenang-wenang dan diusir oleh Kertanegara yang memimpin Kerajaan Singasari.

Kekaisaran Mongol pun mengirimkan 20 ribu pasukan untuk menyerbu wilayah Pulau Jawa. Kedatangan Kekaisaran Mongol mengirimkan pasukan akibat hinaan oleh Kerajaan Singasari di masa raja Kertanegara. Saat itu Singasari tak mau tunduk dengan Kekaisaran Mongol dibawah pimpinan Khubilai Khan.

Dikutip dari buku "Menuju Puncak Kemegahan Sejarah Kerajaan Majapahit" karya Slamet Muljana, kedatangan tentara Tartar sebutan pasukan Kekaisaran Mongol terjadi pada 1292 Masehi.

Baca juga: Kisah Cinta Gajah Mada dengan 4 Wanita yang Menggemparkan

Saat itu pasukan Tartar dipimpin oleh Shihpi, Kau Hsing, dan Ike Mese atau Ji-ko mosu, lengkap dengan kapal pengangkut dan kapal perang, serta membawa segala perlengkapan peran dan bahan makanan untuk jangka waktu setahun lamanya.

Tentara Tartar juga membawa segala tanda jasa dan hadiah para pahlawan, berupa kain sutra yang mahal sekali harganya. Kedatangan mereka untuk menghukum raja Kertanegara atas tindakan sewenang-wenang dengan mengusir utusan dari Mongol.

Konon sebelum berangkat ke Jawa, tentara Tartar terlebih dahulu menerima rintangan berupa badai dan angin ribut di laut. Hal ini membuat banyak pasukan yang mabuk, hanya tertidur di sepanjang perjalanan dan tidak mau makan.

Singkat cerita, armada pasukan Tartar di bawah pimpinan Ike Mese terlebih dahulu menyusun skenario untuk memasuki Pulau Jawa melalui Karimun Jawa. Armada tersebut kemudian menuju Tuban, di sana sebagian prajurit mendarat tapi sebagian yang lain bergerak menuju ke timur di bawah pimpinan Shihpi, menuju muara sungai di daerah Sedayu, Gresik.

Saat itu sayang, Kerajaan Singasari sudah tamat akibat serangan dari Jayakatwang dari Kediri. Raden Wijaya yang melarikan dari Singasari kemudian menetap di Majapahit. Di sanalah nantinya utusan Mongol ini menemui Raden Wijaya.

Dari muara sungai inilah, Ike Mese dan prajurit Mongol mengirimkan tiga orang perwira menuju jembatan Majapahit. Tiga perwira itu diberi perintah untuk menyampaikan pesan kaisar kepada Raden Wijaya.

Tiga perwira itu berhasil menemui Raden Wijaya, namun di sisi lain Raden Wijaya tengah menghadapi serangan dari Jayakatwang. Raden Wijaya bersedia menyanggupi permintaan utusan Mongol dengan tunduk kepada Khubilai Khan, dengan persyaratan.

Kepada Khubilai Khan melalui utusan Mongol Ike Mese, Raden Wijaya pun meminta bantuan kepada Khubilai Khan. Kepada Khubilai Khan, ia menceritakan bahwa ia tengah dalam pengejaran Jayakatwang dari Kediri. Mendapat kabar itu, Khubilai Khan memerintahkan pasukannya untuk membantu pasukan Majapahit.

Baca juga: Kisah Tragis Arya Penangsang: Tewas Akibat Usus Putus Tersayat Keris Setan Kober

Di bawah pimpinan Ike Mese tentara Tartar menyiapkan serangan ke Daha ibukota Kerajaan Kediri. Tentara Tartar dibagi menjadi tiga pasukan. Satu pasukan berlayar ke hulu sungai, satu pasukan lagi di bawah pimpinan Ike Mese menuju Daha dari jurusan timur, sedangkan pasukan Kau Hsing menyerang dari arah barat.

Telah ditetapkan bahwa pada hari yang keempat, kota Daha pun diserang dari tiga arah. Keraton Raja Jayakatwang dikepung, hingga akhirnya Jayakatwang menyerah. Selang 14 hari kemudian tentara Tartar yang sedang berangkat ke Majapahit, mendapat serangan dari tentara Raden Wijaya.

Konon akibat serangan berulang kali tentara Majapahit ke tentara Tartar ini membuat tentara Tartar terpecah-belah dan berhasil dipukul mundur.

Tiga pekan kemudian tentara Tartar akhirnya meninggalkan Pulau Jawa dengan membawa tawanan perang terdiri dari putra dan perwira Raja Jayakatwang, peta dan surat yang bertuliskan emas yang diserahkan oleh raja kepada pimpinan tentara Tartar.
(msd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Indonesia di Antara...
Indonesia di Antara Quantum Warfare dan Multipolaritas
Urgensi Indonesia Maritime...
Urgensi Indonesia Maritime Policy
Puluhan Pengusaha Katering...
Puluhan Pengusaha Katering di Kediri Tertipu 'Kerja Sama' Makan Gratis
Rekomendasi
Hasil Seleksi OSN-K...
Hasil Seleksi OSN-K SD dan SMP 2026 Diumumkan, Ini Link Resmi Pengumuman
Amanda Manopo Resmi...
Amanda Manopo Resmi Laporkan Pencemaran Nama Baik Demi Sang Buah Hati
Era Baru Gim Blockbuster:...
Era Baru Gim Blockbuster: GTA VI Cetak Rekor Global, Indonesia Ikut Demam
Berita Terkini
Sambut HUT Jakarta,...
Sambut HUT Jakarta, Ratusan Sispala Ikuti Lomba Dayung di BKT Jaktim
MNC University Bersama...
MNC University Bersama MNC Peduli Salurkan 2 Ton Beras untuk Warga Kelurahan Kebon Sirih
Gelar Nikah Massal,...
Gelar Nikah Massal, PGN Bantu Masyarakat Peroleh Kepastian Hukum Pernikahan
Aksi Mahasiswa Bagian...
Aksi Mahasiswa Bagian dari Kontrol Jalannya Pemerintahan
Tuntaskan Jaringan 8,1...
Tuntaskan Jaringan 8,1 Km, Kapal Perang TNI AL Angkut 100 Ton Pipa Air Bersih YTBN Menuju Adonara
Demo Ricuh di Grahadi...
Demo Ricuh di Grahadi Surabaya, Belasan Pendemo Diduga Provokator Ditangkap
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved