Jakarta Utara Canangkan Destinasi Wisata Edukasi Pengelolaan Sampah
Rabu, 21 September 2022 - 22:01 WIB
loading...
A
A
A
Wisata edukasi itu antara lain destinasi wisata pengolahan sampah organik, seperti pelatihan pembuatan kompos, pembuatan eco-enzym, pembuatan cocopit dari serabut kelapa, dan pengolahan sampah organik dengan maggot.
Lalu, destinasi wisata edukasi pengolahan sampah anorganik dan residu, seperti pot tanaman dari kain dan galon, kostum produk kreatif dari bahan daur ulang, taman saung interktif dari daur ulang ban bekas, pembuatan tong sedekah sampah, pelatihan pembuatan bangku dari eco-brik, bank sampah berkah mentari, dan pestisida dari puntung rokok.
Kemudian destinasi wisata pengolahan lingkungan, seperti green house dan urban farming, rumah anggur, kolam ikan refleksi, tanaman buah dalam pot (tambulampot), lubang biopori, kolam gizi, dan ayam dan burung hias.
Terakhir, destinasi wisata pengolahan lingkungan lainnya, seperti musala ramah lingkungan, prototipe rumah betawi ramah lingkungan, dan taman bacaan hijau.
“Gerakan Jakarta Sadar Sampah ini juga kita implementasikan dengan kolaborasi masyarakat maupun stakeholder (pemangku kepentingan). Gerakan ini menjadi berkesinambungan menjadi suatu gerakan yang komprehensif,” tutup Achmad Hariadi
Lalu, destinasi wisata edukasi pengolahan sampah anorganik dan residu, seperti pot tanaman dari kain dan galon, kostum produk kreatif dari bahan daur ulang, taman saung interktif dari daur ulang ban bekas, pembuatan tong sedekah sampah, pelatihan pembuatan bangku dari eco-brik, bank sampah berkah mentari, dan pestisida dari puntung rokok.
Kemudian destinasi wisata pengolahan lingkungan, seperti green house dan urban farming, rumah anggur, kolam ikan refleksi, tanaman buah dalam pot (tambulampot), lubang biopori, kolam gizi, dan ayam dan burung hias.
Terakhir, destinasi wisata pengolahan lingkungan lainnya, seperti musala ramah lingkungan, prototipe rumah betawi ramah lingkungan, dan taman bacaan hijau.
“Gerakan Jakarta Sadar Sampah ini juga kita implementasikan dengan kolaborasi masyarakat maupun stakeholder (pemangku kepentingan). Gerakan ini menjadi berkesinambungan menjadi suatu gerakan yang komprehensif,” tutup Achmad Hariadi
(thm)
Lihat Juga :