Covid-19 Melandai, Kota Bogor Sekolah Normal PTM 100%

Selasa, 13 September 2022 - 15:40 WIB
loading...
Covid-19 Melandai, Kota...
Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akhirnya memberlakukan 100 persen Pembelajaran Tatap Muka (PTM) untuk tingkat PAUD, TK, SD, dan SMP. Foto: Ilustrasi/SINDOnews/Dok
A A A
BOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akhirnya memberlakukan 100 persen Pembelajaran Tatap Muka (PTM) untuk tingkat PAUD, TK, SD, dan SMP. Kebijakan itu dimulai sejak 5 September 2022. Sementara untuk tingkat SMA/SMK, merupakan kewenangan pemprov (pemprov).

"Jadi saya sudah tinjau 2 sekolah gitu ya, suasananya sudah normal, sudah (PTM) 100 persen, tidak ada pembatasan," kata Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto kepada wartawan, Selasa (13/9/2022).

Baca juga: Awal September, Pemkot Bogor Siap Lakukan PTM 100 Persen

PTM 100 persen, kata Bima, diberlakukan mengingat data-data harian, kasus Covid-19 di Kota Bogor semakin melandai. Termasuk untuk memulihkan psikologis anak yang sudah 2 tahun belajar dengan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

"Dari data betul-betul ini sudah mengarah ke endemi. Kita lihat suasanya memang normal, jadi ini indikasi bawa kita sudah memasuki endemi. Sudah (PTM 100 persen), mulai dari tanggal 5," ungkap Bima.

Sementara itu, Kepada Dinas Pendidikan (Disdik) Hanafi mengatakan keputusan PTM 100 persen itu sudah melalui koordinasi dengn berbagai pihak dan melihat perkembangan kasus Covid-19 di Kota Bogor.

"Sekarang kondisi sudah memungkinkan kami berkoordinasi juga dengan Dinkes sebelum tanggal 5 September. itu juga sudah kita lakukan sosialisasi untuk dilakukan PTM 100 persen. Alhamdulillah itu masih berjalan hingga sekarang," ucap Hanafi.

Meski begitu, protokol kesehatan di dalam sekolah tetap dijalankan oleh para siswa. Tidak hanya PTM 100 persen, kegiatan ekstrakulikuler juga aktivtas di kantin sekolah juga sudah kembali normal.

Untuk antisipasi ke depan, pihaknya sudah memiliki sistem yang terbangun dengan berbagai pihak. Sehingga, apabila terdapat lonjakan kasus Covid-19 dapat segera tertangani.

"Secara operasional kepala sekolah dan kepala Puskesmas dan lainnya secara kontinyu saling mengontrol hal itu (pengawasan)," tutupnya.
(thm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pendaftaran SPMB SD...
Pendaftaran SPMB SD Kota Bogor 2026 Mulai 8 Juni, Ini Syarat dan Cara Seleksinya
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
Rekomendasi
5 Pemain Paling Ikonik...
5 Pemain Paling Ikonik dalam Sejarah Piala Dunia
Mendagri Minta Tambahan,...
Mendagri Minta Tambahan, Total Pagu Anggaran 2027 Rp10 Triliun
Deretan Dalil Kuat Anjuran...
Deretan Dalil Kuat Anjuran 3 Puasa Sunnah di Bulan Muharram
Berita Terkini
Perbaikan Aceh Alami...
Perbaikan Aceh Alami Kemajuan Signifikan, Satgas PRR: Warga Mulai Tatap Masa Depan
Fundamental Solid, Perbanas...
Fundamental Solid, Perbanas Tegaskan Kesiapan Perbankan Dukung Ekonomi RI
Kapolda Riau Namai Anak...
Kapolda Riau Namai Anak Gajah Tesso Nilo Nona Seroja, Simbol Harapan Baru Konservasi
Pramono Buka Peluang...
Pramono Buka Peluang Tambah Golongan Penerima Tarif Gratis Transportasi Umum
Polres Jakpus Ungkap...
Polres Jakpus Ungkap Kasus Dugaan Pemerasan Pengusaha Muda
Enggan Bebani Daerah...
Enggan Bebani Daerah Penyangga soal Subsidi Transjabodetabek, Pramono: Minimal Renovasi Halte
Infografis
Penyebab Kasus Covid-19...
Penyebab Kasus Covid-19 di Singapura dan Malaysia Melonjak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved