Cegah Banjir, DPRD DKI Minta Pembangunan 4 Polder Tepat Waktu
Rabu, 07 September 2022 - 10:29 WIB
loading...
Ketua Komisi D DPRD DKI Ida Mahmuda mengingat waktu pembangunan 4 Polder sisa tiga bulan lagi. Foto: Dok/DPRD DKI
A
A
A
JAKARTA - Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta mendorong Dinas Sumber Daya Air ( SDA ) DKI merampungkan pembangunan empat rumah pompa (Polder) sesuai target waktu yang telah disepakati yakni Desember 2022. Adapun empat Polder yang dimaksud yakni Polder Pulomas, Polder Artha Gading, Polder Kampung Ambon, dan Polder Kali Betik.
Ketua Komisi D DPRD DKI Ida Mahmuda mengingat sisa waktu tiga bulan lagi. Namun persentase pembangunan empat polder ini masih sekitar 40-60 persen. Baca juga: 52 Rumah Pompa di Jakut Siaga Banjir
“Kami hanya melihat kasat mata karena ini sudah bulan September, maka dorongan kami bahwa upayakan semaksimal mungkin agar Desember bisa segera selesai,” kata Ida, Rabu (7/9/2022).
Ida berharap, empat polder yang memakan anggaran dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp240 miliar multiyears selama dua tahun ini mampu menjadi upaya penanganan banjir di kawasan tersebut. Selama ini empat wilayah itu merupakan titik genangan tertinggi apabila terjadi hujan.
“Kelapa gading itu salah satu titik banjir tertinggi hampir setiap hujan genangan cukup lama dan tinggi ini salah satu pemikiran yang akhirnya pompa ditempatkannya di sini,” ujarnya.
Kepala Bidang Pengendalian Banjir dan Drainase Dinas SDA DKI Jakarta Ika Agustin Ningrum menerangkan, empat polder ini dibuat dengan tujuan meminimalisir waktu genangan yang terjadi di lokasi tersebut.
Ketua Komisi D DPRD DKI Ida Mahmuda mengingat sisa waktu tiga bulan lagi. Namun persentase pembangunan empat polder ini masih sekitar 40-60 persen. Baca juga: 52 Rumah Pompa di Jakut Siaga Banjir
“Kami hanya melihat kasat mata karena ini sudah bulan September, maka dorongan kami bahwa upayakan semaksimal mungkin agar Desember bisa segera selesai,” kata Ida, Rabu (7/9/2022).
Ida berharap, empat polder yang memakan anggaran dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp240 miliar multiyears selama dua tahun ini mampu menjadi upaya penanganan banjir di kawasan tersebut. Selama ini empat wilayah itu merupakan titik genangan tertinggi apabila terjadi hujan.
“Kelapa gading itu salah satu titik banjir tertinggi hampir setiap hujan genangan cukup lama dan tinggi ini salah satu pemikiran yang akhirnya pompa ditempatkannya di sini,” ujarnya.
Kepala Bidang Pengendalian Banjir dan Drainase Dinas SDA DKI Jakarta Ika Agustin Ningrum menerangkan, empat polder ini dibuat dengan tujuan meminimalisir waktu genangan yang terjadi di lokasi tersebut.
Lihat Juga :