Pengamat Komunikasi Unhas Kritik Legislator Riezky, PDIP Diminta Recall dari DPR RI

Sabtu, 03 September 2022 - 10:52 WIB
loading...
Pengamat Komunikasi...
Pengamat komunikasi politik dari Universitas Hasanuddin (Unhas), Dr Hasrullah. Foto/SINDOnews/Tri Yari Kurniawan
A A A
MAKASSAR - Pengamat komunikasi politik dari Universitas Hasanuddin (Unhas), Dr Hasrullah, mengkritisi gaya komunikasi legislator PDIP, Riezky Aprilia, yang terkesan kasar pada rapat kerja dengan Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo, beberapa waktu lalu. Tindakan dan ucapan Riezky dinilai merusak citra dan melukai marwah DPR maupun PDIP.

Diketahui, Riezky dan Menteri Syahrul sempat berdebat, bermula dari pernyataan 'salah makan obat' dari sang legislator. Riezky juga tampak berulang kali menunjuk Menteri Syahrul pada forum resmi tersebut dan memotong pembicaraan unsur pimpinan Komisi IV DPR RI , Rusdi Masse.

Baca Juga: Mentan Pastikan Produksi Bawang Merah Melimpah

Menurut Hasrullah, tindakan dan ucapan Riezky itu tidak seharusnya terjadi, apalagi pada forum resmi. Terlebih, statement 'salah makan obat' sebenarnya sudah keluar dari konteks. Olehnya itu, ia mendorong Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI maupun PDIP untuk bertindak. Toh, persoalan ini sudah dilaporkan ke MKD DPR RI.

"Tidak semestinya menyampaikan dengan gaya sarkasme. Lalu, pernyataan 'salah makan obat' itu sudah di luar konteks. Olehnya itu, saya harapkan MKD untuk memeriksa dan melakukan persidangan, karena dia (Riezky) tidak hanya membawa dirinya tapi juga membawa marwah DPR ," ungkap Hasrullah, Sabtu (3/9/2022).

Bukan cuma diproses di MKD DPR RI, Riezky disebutnya mesti diproses di internal PDIP. Toh, apa yang dilakukan Riezky bukan sebatas atas nama pribadi, tapi juga mewakili partainya. Disarankannya agar PDIP mengganti atau me-recall Riezky dari dewan. Pasalnya, bisa saja berpengaruh ke elektabilitas partai lantaran sosok yang diserang Riezky yakni Menteri Syahrul merupakan tokoh yang cukup berpengaruh di Kawasan Timur Indonesia.

"(MKD) DPR RI harus periksa Riezky dan PDIP me-recall yang bersangkutan. Anggota yang seperti ini tidak pantas duduk mewakili PDIP. Sudah sepantasnya PDIP menarik kadernya itu dan mengganti dengan yang lain, jangan sampai merusak marwah partai, jangan sampai menurunkan suaranya di kawasan timur," paparnya.

Baca Juga: Mentan Pastikan Ekspor Pertanian Tidak Terganggu Corona

Lebih jauh, Hasrullah juga menyebut sikap Riezky sangat bertentangan dengan pimpinan PDIP, Megawati Soekarnoputri, yang dikenal santun. Ia mengingat pada masa orde baru, meski disakiti tapi Megawati tidak pernah sampai mengeluarkan kata-kata kasar. Toh, dalam menyampaikan pendapat sejatinya mesti menghormati lawan bicara.

Adapun insiden statement 'salah makan obat' itu sudah dilaporkan oleh DPP Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (PEKAT IB) pada Kamis (1/9/2022). Pernyataan Riezky dinilai tidak beretika sebagai wakil rakyat. Adapun Riezky menghormati hak masyarakat atas aduan ke MKD DPR RI namun dirinya menegaskan apa yang dilakukan saat rapat kerja dengan Menteri Syahrul sebatas menjalankan amanah UU untuk menyampaikan pendapat.
(tri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
SDN di NTT Dibongkar...
SDN di NTT Dibongkar untuk KDMP, Andreas PDIP: Jangan Korbankan Program Lainnya
Legislator PDIP Sebut...
Legislator PDIP Sebut Tragedi Bus ALS Alarm Keras Kegagalan Pengawasan Transportasi dan Infrastruktur Jalan
PDIP Desak Investigasi...
PDIP Desak Investigasi Menyeluruh Kecelakaan KA Argo Bromo dan KRL di Stasiun Bekasi Timur
Kunjungi Pengobatan...
Kunjungi Pengobatan Gratis di Tangerang, Marinus PDIP: Manfaatkan, Biaya Berobat Mahal
PDIP Temukan Ketidaksingkronan...
PDIP Temukan Ketidaksingkronan Data untuk Pemulihan Bencana Sumatera
PDIP Ngegas ke Menteri...
PDIP Ngegas ke Menteri PU: Jalan Rusak Parah, Warga di Pelosok Terpaksa Gotong Jenazah
Pakar Hukum: UU Polri...
Pakar Hukum: UU Polri yang Baru Akomodasi Kepentingan Masyarakat dan Kepolisian
Revisi UU Polri Disahkan...
Revisi UU Polri Disahkan Jadi Undang-Undang, Pelayanan Kepolisian Diharapkan Meningkat
PDIP Dorong Program...
PDIP Dorong Program MBG Beralih ke Dapur Berbasis Sekolah
Rekomendasi
Bank Dunia Beri Peringatan...
Bank Dunia Beri Peringatan Keras usai Rupiah Terpuruk ke Rp18.000
Dalil Hadis tentang...
Dalil Hadis tentang Keutamaan Muharram dan Amalannya
Pengamat: Kenaikan Harga...
Pengamat: Kenaikan Harga Pertamax Minim Timbulkan Risiko Gejolak Sosial
Berita Terkini
Polisi Harus Usut Mendalam...
Polisi Harus Usut Mendalam Korban Perundungan dan Tersengat Listrik di Jakpus
Sejumlah GOR di Jakarta...
Sejumlah GOR di Jakarta Disiapkan untuk Warga Nobar Piala Dunia 2026
Digitalisasi Perlinsos...
Digitalisasi Perlinsos Disambut Antusias di Surabaya, Komdigi Pastikan Warga Berhak Tak Terlewat Bantuan
Alasan TNI Kerahkan...
Alasan TNI Kerahkan Prajurit saat Aksi Mahasiswa di Jakpus: Permintaan Membantu
BNPB Petakan Karhutla...
BNPB Petakan Karhutla di Sejumlah Wilayah, Sumatera dan Kalimantan Mendominasi
Gempa M5,2 Guncang Pulau...
Gempa M5,2 Guncang Pulau Karatung Sulut
Infografis
7 Kolonel TNI AL Pecah...
7 Kolonel TNI AL Pecah Bintang, Ada Dankopaska Koarmada RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved