3 Saksi Bisu Kekejaman PKI di Jakarta, Nomor 2 Rumah Jenderal yang Berhasil Lolos
Jum'at, 02 September 2022 - 14:31 WIB
loading...
A
A
A
Rumah ini kemudian menjadi saksi bisu sejarah atas terbunuhnya Letjen A. Yani dalam peristiwa G-30S/PKI. Peresmian museum ini dilakukan pada 1 Oktober 1966 oleh Menpangad Mayjen Soeharto.
Dalam museum ini terdapat foto di bagian belakang rumah yang memperlihatkan rekonstruksi penembakan dan penculikan Letjen Ahmad Yani oleh Kelompok PKI. Sementara dalam kamar tidurnya terdapat berbagai senjata yang sempat digunakan oleh Jenderal TNI itu.
2. Museum Nasional Jenderal Besar DR. A.H. Nasution
Sama seperti tempat sebelumnya, museum ini tadinya merupakan tempat tinggal dari salah satu jenderal yang meninggal saat peristiwa kekejaman PKI. Jenderal A. H. Nasution beserta keluarga sempat tinggal di rumah ini.
Rumah ini telah menjadi saksi hampir terbunuhnya Jenderal Besar DR. Abdul Haris Nasution. Dalam peristiwa tersebut justru menewaskan putri kedua beliau, Ade Irma Suryani Nasution dan diculiknya sang ajudan Kapten Anumerta Pierre Andreas Tendean.
Peresmian museum ini dilakukan pada tahun 2008 yang bertepatan dengan hari kelahiran sang Jenderal Besar oleh Presiden Susilo Bhambang Yudhoyono.
Dalam museum ini terdapat foto di bagian belakang rumah yang memperlihatkan rekonstruksi penembakan dan penculikan Letjen Ahmad Yani oleh Kelompok PKI. Sementara dalam kamar tidurnya terdapat berbagai senjata yang sempat digunakan oleh Jenderal TNI itu.
2. Museum Nasional Jenderal Besar DR. A.H. Nasution
Sama seperti tempat sebelumnya, museum ini tadinya merupakan tempat tinggal dari salah satu jenderal yang meninggal saat peristiwa kekejaman PKI. Jenderal A. H. Nasution beserta keluarga sempat tinggal di rumah ini.
Rumah ini telah menjadi saksi hampir terbunuhnya Jenderal Besar DR. Abdul Haris Nasution. Dalam peristiwa tersebut justru menewaskan putri kedua beliau, Ade Irma Suryani Nasution dan diculiknya sang ajudan Kapten Anumerta Pierre Andreas Tendean.
Peresmian museum ini dilakukan pada tahun 2008 yang bertepatan dengan hari kelahiran sang Jenderal Besar oleh Presiden Susilo Bhambang Yudhoyono.
Lihat Juga :