Harga Telur di Jakut Turun Jadi Rp30.000, Gairah Pembeli Mulai Naik
Selasa, 30 Agustus 2022 - 17:53 WIB
loading...
Pedagang telur di Pasar Rawa Badak, Koja, Jakarta Utara, Selasa (30/8/2022). Foto: MNC Portal Indonesia/Yohannes Tobing
A
A
A
JAKARTA - Harga telur di Pasar Rawa Badak, Koja, Jakarta Utara , mengalami penurunan. Jika sebelumnya harga telur Rp32.000 per kilogram kini menjadi Rp30 ribu per kilogram.
Salah seorang pedagang telur, Berlina (39) mengatakan, jika kenaikan harga telur mengalami peningkatan dalam satu bulan terakhir danmengalami penurunan pada hari ini. Baca juga: Harga Telur Mendadak Naik, Wapres: Kita Siapkan Bansos
"Kalau hari ini sih rata-rata Rp30.000 dijual, jadi turun dari sebelumnya Rp32.000, terus Rp31.000, terus sekarang jadi Rp30.000," terang Berlina saat ditemui di lokasi, Selasa (30/8/2022).
Adapun dengan penurunan harga telur di pasaran dalam sehari mencapai Rp1.000,- per kilogramnya membuat adanya gairah pembelian dari masyarakat.
"Turunnya seribu-seribu, dari awal yang paling tinggi terus turun ke Rp31.000, baru sekarang Rp30.000. Sebelumnya sepi pembeli karena harganya melambung tinggi," ucapnya.
Menurut Berlina, faktor kenaikan telur karena banyaknya permintaan. Hal ini bukan saja dari masyarakat ataupun pedagang.
Salah seorang pedagang telur, Berlina (39) mengatakan, jika kenaikan harga telur mengalami peningkatan dalam satu bulan terakhir danmengalami penurunan pada hari ini. Baca juga: Harga Telur Mendadak Naik, Wapres: Kita Siapkan Bansos
"Kalau hari ini sih rata-rata Rp30.000 dijual, jadi turun dari sebelumnya Rp32.000, terus Rp31.000, terus sekarang jadi Rp30.000," terang Berlina saat ditemui di lokasi, Selasa (30/8/2022).
Adapun dengan penurunan harga telur di pasaran dalam sehari mencapai Rp1.000,- per kilogramnya membuat adanya gairah pembelian dari masyarakat.
"Turunnya seribu-seribu, dari awal yang paling tinggi terus turun ke Rp31.000, baru sekarang Rp30.000. Sebelumnya sepi pembeli karena harganya melambung tinggi," ucapnya.
Menurut Berlina, faktor kenaikan telur karena banyaknya permintaan. Hal ini bukan saja dari masyarakat ataupun pedagang.
Lihat Juga :