Tragis! Ibu dan Anak Tewas Tertimbun Tanah Longsor, sang Ayah Selamat
Selasa, 23 Agustus 2022 - 10:16 WIB
loading...
Petugas mengevakuasi jasad ibu dan anak yang tewas tertimbun longsor di di Jalan Tanjung Batu, Pal Putih, Sorong Barat, Kota Sorong, Papua Barat. Foto/iNews TV/Chanry Andrew Suripaty
A
A
A
SORONG - Hujan deras yang melanda wilayah Kota Sorong sejak Senin (22/8/2022) hingga Selasa (23/8/2022) menyebabkan tanah longsor yang menimbun sebuah rumah di Jalan Tanjung Batu, Pal Putih, Sorong Barat, Kota Sorong, Papua Barat.
Dua warga meninggal dunia tertimbun longsor. Keduanya yakni seorang ibu rumah tangga dan anaknya. Sementara suami korban dilaporkan mengalami luka ringan.
Baca juga: Hidup Sebatang Kara, Kakek di Sorong Tewas Tertimbun Longsor
Korban meninggal Nur (39) dan anaknya bernama Fadil (9) pelajar SD Mujahidin Kota Sorong. Sedangkan suami korban Haryanto mengalami luka ringan.
Bhabinkamtibmas, Kelurahan Rufei Rufei, Bripka Jefry Yelimpo menjelaskan, musibah longsor terjadi dua kali pada malam hingga dini hari tadi. Di mana korban pertama yang ditemukan adalah suami dari korban meninggal dunia bernama Haryanto.
"Longsor terjadi dua kali, longsor pertama sekitar pukul 23.30 WIT dan longsor kedua terjadi pada pukul 02.00 WIT dini hari. Yang ditemukan warga pertama itu suami dari korban yakni Haryanto," ujar Bripka Jefry Yelimpo.
Proses evakuasi terhadap seluruh korban ini terkendala adanya aliran listrik yang masih menyala di rumah korban. Petugas kemudian melakukan koordinasi dengan pihak PLN untuk segera memadamkan aliran listrik dan proses evakuasi kepada para korban bisa dilakukan.
Dua warga meninggal dunia tertimbun longsor. Keduanya yakni seorang ibu rumah tangga dan anaknya. Sementara suami korban dilaporkan mengalami luka ringan.
Baca juga: Hidup Sebatang Kara, Kakek di Sorong Tewas Tertimbun Longsor
Korban meninggal Nur (39) dan anaknya bernama Fadil (9) pelajar SD Mujahidin Kota Sorong. Sedangkan suami korban Haryanto mengalami luka ringan.
Bhabinkamtibmas, Kelurahan Rufei Rufei, Bripka Jefry Yelimpo menjelaskan, musibah longsor terjadi dua kali pada malam hingga dini hari tadi. Di mana korban pertama yang ditemukan adalah suami dari korban meninggal dunia bernama Haryanto.
"Longsor terjadi dua kali, longsor pertama sekitar pukul 23.30 WIT dan longsor kedua terjadi pada pukul 02.00 WIT dini hari. Yang ditemukan warga pertama itu suami dari korban yakni Haryanto," ujar Bripka Jefry Yelimpo.
Proses evakuasi terhadap seluruh korban ini terkendala adanya aliran listrik yang masih menyala di rumah korban. Petugas kemudian melakukan koordinasi dengan pihak PLN untuk segera memadamkan aliran listrik dan proses evakuasi kepada para korban bisa dilakukan.
Lihat Juga :