Cara Anak Papua Memaknai Kemerdekaan RI di Sentra Wirajaya Makassar
Kamis, 18 Agustus 2022 - 09:26 WIB
loading...
Merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Indonesia, Sentra Wirajaya Makasar melakukan beragam kegiatan bersama warga untuk memeriahkan dan mengekspresikan HUT Kemerdekaan RI ke-77. Foto/Istimewa
A
A
A
MAKASSAR - Merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Indonesia , Sentra Wirajaya Makasar melakukan beragam kegiatan bersama warga untuk memeriahkan dan mengekspresikan HUT Kemerdekaan RI ke-77.
Sebagai Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) layanan residensial program Atensi (Asistensi Rehabilitasi Sosial) di Sentra Wirajaya di Makassar, Leonardo Ampari Upuya mengikuti dengan semangat berbagai lomba yang disiapkan panitia HUT Kemerdekaan RI . Leo-sapaan akrab Leonardo, berhasil menyabet juara 1 lomba bernyanyi.
Baca Juga: Halal Bi Halal Sentra Wirajaya Perkuat Silaturahmi Dua Balai Kemensos Makassar
Leo berasal dari Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua yang merupakan anak bungsu dari 8 bersaudara. Leo mengaku sangat senang dan bahagia bisa ikut berpartisipasi dalam meriahkan acara HUT RI yang ke 77. “Senang dan merasa bahagia dalam hidupnya, termasuk diberikan ruang dan kesempatan untuk menunjukkan bakat dan kreatifitasnya, ya kira-kira seperti itulah makna kemerdekaan yang sesungguhnya," ucap Leo.
Hal senada juga dirasakan oleh Edison Elieser Papara yang akrab disapa Edi. Ia menyampaikan bahwa Perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-77 ini menjadi momen yang sangat berarti dalam hidupnya. Pada kesempatan ini, Edi ditunjuk sebagai pembawa dan pengibar bendara merah putih pada saat upacara HUT Kemerdekaan di Sentra Wirajaya, Rabu (17/08/2022).
Edi yang kini berusia 25 tahun merasa bangga atas kepercayaan yang diberikan pada dirinya. Sejak kecelakaan yang ia derita saat masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) yang membuat kakinya cidera, dirinya hampir kehilangan harapan dan bahkan putus asa.
Saat dipercaya menjadi pembawa dan pengibar bendara, hal itu menjadi pelecut semangat dalam hidupnya, bahkan ia kembali yakin, jika kelak dirinya akan hidup mandiri, dan siap melanjutkan usaha perbengkelan yang dirintis orang tuanya di Kabupaten Kepulauan Yapen Papua . “Sukses melaksanakan amanah menjadi pembawa dan pengibar bendera, membuat saya kembali percaya diri. Kemerdekaan harus diisi dengan kesungguhan dalam melakoni aktifitas, karena dengan kesungguhan, tentu keberhasilan dapat diraih” kata Edi saat ditemui di lapangan Upacara Sentra Wirajaya.
Sebagai Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) layanan residensial program Atensi (Asistensi Rehabilitasi Sosial) di Sentra Wirajaya di Makassar, Leonardo Ampari Upuya mengikuti dengan semangat berbagai lomba yang disiapkan panitia HUT Kemerdekaan RI . Leo-sapaan akrab Leonardo, berhasil menyabet juara 1 lomba bernyanyi.
Baca Juga: Halal Bi Halal Sentra Wirajaya Perkuat Silaturahmi Dua Balai Kemensos Makassar
Leo berasal dari Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua yang merupakan anak bungsu dari 8 bersaudara. Leo mengaku sangat senang dan bahagia bisa ikut berpartisipasi dalam meriahkan acara HUT RI yang ke 77. “Senang dan merasa bahagia dalam hidupnya, termasuk diberikan ruang dan kesempatan untuk menunjukkan bakat dan kreatifitasnya, ya kira-kira seperti itulah makna kemerdekaan yang sesungguhnya," ucap Leo.
Hal senada juga dirasakan oleh Edison Elieser Papara yang akrab disapa Edi. Ia menyampaikan bahwa Perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-77 ini menjadi momen yang sangat berarti dalam hidupnya. Pada kesempatan ini, Edi ditunjuk sebagai pembawa dan pengibar bendara merah putih pada saat upacara HUT Kemerdekaan di Sentra Wirajaya, Rabu (17/08/2022).
Edi yang kini berusia 25 tahun merasa bangga atas kepercayaan yang diberikan pada dirinya. Sejak kecelakaan yang ia derita saat masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) yang membuat kakinya cidera, dirinya hampir kehilangan harapan dan bahkan putus asa.
Saat dipercaya menjadi pembawa dan pengibar bendara, hal itu menjadi pelecut semangat dalam hidupnya, bahkan ia kembali yakin, jika kelak dirinya akan hidup mandiri, dan siap melanjutkan usaha perbengkelan yang dirintis orang tuanya di Kabupaten Kepulauan Yapen Papua . “Sukses melaksanakan amanah menjadi pembawa dan pengibar bendera, membuat saya kembali percaya diri. Kemerdekaan harus diisi dengan kesungguhan dalam melakoni aktifitas, karena dengan kesungguhan, tentu keberhasilan dapat diraih” kata Edi saat ditemui di lapangan Upacara Sentra Wirajaya.
Lihat Juga :