Gadis Impor, Alasan Belanda Betah Menjajah di Batavia

Jum'at, 12 Agustus 2022 - 06:15 WIB
loading...
Gadis Impor, Alasan...
Gadis impor menjadi salah satu alasan mengapa Belanda betah menjajah di Batavia. Foto: Buku Kisah-Kisah Edan Seputar Djakarta Tempo Doeloe karya Zaenuddin HM
A A A
JAKARTA - Gadis impor menjadi salah satu alasan mengapa Belanda betah menjajah di Batavia (sekarang Jakarta). Adanya impor gadis membuat pria kompeni “kerasan” tinggal di daerah koloni.

Mereka akan punya anak dan keturunan sehingga kelak dijadikan tentara, buruh, juru tulis, dan profesi lainnya. Dengan begitu, masa kekuasaan Belanda di daerah jajahan akan berlangsung lama dan langgeng.
Baca juga: Kisah Horor Saung Ranggon Bekasi, Tempat Singgah Pangeran Jayakarta dan Pertapaan Soekarno

“Pria tidak akan bisa hidup tanpa wanita. Supaya orang-orang kompeni bisa mendapatkan pasangan yang pantas, yang membuahkan anak-anak untuk menjadi kolonis yang layak pula, kirimlah wanita-wanita muda,” perintah Gubernur Hindia Belanda Jan Pieterszoon Coen yang berkuasa di Batavia pada 1617-1623 dikutip dari buku Kisah-Kisah Edan Seputar Djakarta Tempo Doeloe karya Zaenuddin HM.

Ketika itu penduduk Batavia sangat sedikit. Masih didominasi orang-orang Belanda. Mereka cenderung tidak betah hingga ingin cepat-cepat pulang ke negerinya sehingga suasana kota terasa sunyi sepi.

Sebelum JP Coen berkuasa sebenarnya sudah didatangkan 36 wanita Belanda. Mereka diangkut dengan kapal laut yang menempuh pelayaran selama 10 bulan. Mereka adalah istri-istri tentara dan istri karyawan kompeni termasuk yang bekerja di lembaga VOC.

Jumlah perempuan itu dianggap masih sedikit, maka itu dipasoklah sejumlah gadis dari Eropa.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Antisipasi Lonjakan...
Antisipasi Lonjakan Harga Obat, BPOM Permudah Perizinan Bahan Baku Impor
Namanya Terseret Kasus...
Namanya Terseret Kasus Dugaan Suap Impor Bea Cukai, Raffi Ahmad Buka Suara
BPS: Neraca Dagang RI...
BPS: Neraca Dagang RI Januari-April 2026 Surplus USD5,64 Miliar
Rekomendasi
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Instagram Down Massal,...
Instagram Down Massal, Benarkah Sengaja Diblokir karena Demo Mahasiswa?
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Berita Terkini
Stafsus Menag Tinjau...
Stafsus Menag Tinjau GKJ Nusukan Solo, Jamin Kebebasan Beribadah
Unjuk Rasa Mahasiswa...
Unjuk Rasa Mahasiswa Bubar, Polisi Mulai Buka Jalan Jenderal Sudirman Arah Bundaran HI
Perumda Dharma Jaya...
Perumda Dharma Jaya Edukasi Ketahanan Pangan ke Siswa SMPN 51 Jakarta
Situ Rompong Tangsel...
Situ Rompong Tangsel Menyusut Tinggal 1,7 Hektare, Warga Duga Ada Maladminsitrasi
Roy Suryo Titip Pesan...
Roy Suryo Titip Pesan ke Massa Aksi Demo: Jangan Disusupi, Aparat Harus Humanis
Ada Demo Mahasiswa,...
Ada Demo Mahasiswa, Rute Transjakarta Dialihkan
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved