Kopi Bantaeng Berpeluang Kantongi Hak Indikasi Geografis

Selasa, 09 Agustus 2022 - 19:09 WIB
loading...
Kopi Bantaeng Berpeluang...
Tim Ahli dan Tim Peneliti Kanwil Kemenkumham saat berada di Kabupaten Bantaeng. Foto: Humas Pemkab Bantaeng
A A A
BANTAENG - Kopi Bantaeng berpeluang mengantongi hak Indikasi Geografis (IG).Hal ini setelah Tim Ahli dan Tim Peneliti Kanwil Kemenkumham Sulsel berkunjung ke Bantaeng melakukan pemeriksaan subtantif, Selasa (9/8/2022).

Kunjungan tim ahli ini diterima langsung oleh Bupati Bantaeng, Ilham Azikin di ruang pimpinan kantor Bupati Bantaeng.

Baca juga:Salurkan 1,2 Juta Bibit Kakao, Bupati Bantaeng Kenalkan Cokelat Produksi Lokal

Dalam pertemuan itu, peneliti kopi dari Universitas Hasanuddin, Andi ilham Latunra membeberkan hasil penelitian yang dilakukan di Fakultas MIPA Unhas dan Puslit Kopi dan Kakao (Koka) Jember.

Dia menyebutkan, beberapa sampel kopi yang diteliti di Puslit Koka Jember menyebutkan kopi Bantaeng memiliki cita rasa yang khas.

"Kopi arabika Bantaeng memiliki cita rasa yang khas dengan nilai yang sempurna untuk sweetnes, clean cup dan uniformity. Sedangkan untuk body, acidity, after taste, flavor aroma dan overall mencapai di atas 82," kata dia.

Dia menambahkan, arabika Bantaeng memiliki karakteristik yang khas. Di antaranya ada cita rasa brown sugar, driet fruit, tropical fruit aroma dan rather winey. Karakteristik ini menjadi ciri khas tersendiri untuk kopi Bantaeng.

"Cita rasanya excellent tanpa cacat rasa skor 86,50 (speciality grade)" kata dia.

Dia mengatakan, cita rasa yang khas ini membuat kopi Bantaeng berpeluang untuk mendapatkan hak Indikasi Geografis Kopi. Dia menyebut, hasil penelitian ini telah menjadi dasar untuk tim ahli melakukan pemeriksaan subtantif untuk kopi Bantaeng.

Dia menambahkan, ada tiga daerah di Bantaeng yang berpotensi mengantongi hak IG kopi ini. Ketiganya adalah Kecamatan Eremerasa, Ulu Ere dan Tompobulu.

Baca juga:Sambut Kedatangan Jamaah Haji Asal Bantaeng, Ini Pesan Ilham Azikin

Dia menambahkan, Fakultas MIPA Unhas telah melakukan penelitian terhadap sampel tanah di tiga kecamatan ini. Penelitian dilakukan dengan metode XRF, di mana teknologi ini hanya ada tiga di Indonesia.

"Uji sampelnya menggunakan teknologi X-ray. Ini hanya ada tiga di Indonesia," jelas dia.

Dia menambahkan, hasil penelitian ini mengungkapkan jika sampel tanah itu mengandung banyak Fe. Kandungan Fe ini memang sangat dibutuhkan untuk tanaman kopi.

"Kandungan Fe ini dibutuhkan untuk perkembangan kopi, seperti daerah-daerah penghasil kopi lainnya di dunia," jelas dia.

Selain Fe, sampel tanah itu juga mengandung silika dan beberapa micro elemen lainnya."Penelitian akan dilanjutkan terhadap pengaruh silika dan micro elemen ini terhadap cita rasa kopi Bantaeng ini," kata dia.

Salah seorang tim ahli, Didiek Taryadi memberikan apresiasi terhadap Pemkab Bantaeng yang senantiasa ingin melindungi potensi pertanian kopi di Bantaeng. Dia menyebut, sejauh ini di Sulsel baru ada Kopi Toraja dan Kopi Kalosi yang mendapatkan hak ini.

Bupati Bantaeng , Ilham Azikin memberikan apresiasi terhadap tim peneliti dan tim ahli atas proses Hak IG kopi ini. Dia menyebut, kebutuhan hak IG kopi ini penting demi mendorong peningkatan kesejahteraan petani kopi di Bantaeng.

Baca juga:PT PPAR Investasi Rp12 Miliar Pembangunan Pengelolaan Air Bersih KIBa

Dia menambahkan, proses hak IG ini juga akan menjaga semangat bertani warga Bantaeng. Sekaligus, juga dapat melindungi lingkungan terutama untuk dataran tinggi.

"Hak IG ini tidak hanya untuk menjaga ke khas-an kopi Bantaeng. Tetapi juga menjaga dan melindungi lingkungan kita dan tanaman kopi kita," jelas dia.
(luq)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Demi Keselamatan Pekerja,...
Demi Keselamatan Pekerja, SPBUN Gelar Aksi Damai di Lereng Ijen
Perusakan Kebun Kopi...
Perusakan Kebun Kopi di Bondowoso Bikin Warga Kehilangan Nafkah
Kawasan Kebun Kopi Desa...
Kawasan Kebun Kopi Desa Bangelan Malang Bisa Jadi Herritage Dunia
Bertemu Ryan Wibawa,...
Bertemu Ryan Wibawa, Pj Gubernur Jabar Bangga Kopi Sukawangi Excelsa Sumedang Mendunia
Onwer Kopi Selangit...
Onwer Kopi Selangit Tewas Ditikam Maling
Momen Wamenparekraf...
Momen Wamenparekraf Angela Nyeruput Kopi Racikan Barista Surabaya
Tren Kedai Kopi dan...
Tren Kedai Kopi dan Makanan Melonjak, Dorong Transformasi Industri F&B
Mahasiswa Indonesia-Thailand...
Mahasiswa Indonesia-Thailand Pelajari Rantai Pasok Kopi Jawa Lewat Short Course UNEJ
Dari Bangkok ke Shanghai,...
Dari Bangkok ke Shanghai, KAPPI Ingatkan Dunia: Di Setiap Sudut Indonesia, Kopinya Berbeda Cerita
Rekomendasi
Doa Anak Yatim Diyakini...
Doa Anak Yatim Diyakini Mustajab, Benarkah?
IHSG Hari Ini Berakhir...
IHSG Hari Ini Berakhir Ambles ke 6.116, Transaksi Cetak Rp13,4 Triliun
Megawati Gelar Silaturahmi...
Megawati Gelar Silaturahmi dengan Tokoh Gerakan Nurani Bangsa, Ada Istri Gus Dur hingga Romo Magnis
Berita Terkini
Tak Punya Izin, DPRD...
Tak Punya Izin, DPRD Kota Bogor Desak Pembangunan Hotel Prima Katulampa Dihentikan
Diresmikan Pramono dan...
Diresmikan Pramono dan Dudy, Stasiun JIS Resmi Beroperasi
Sahroni Desak Polisi...
Sahroni Desak Polisi Tangkap Pelaku Penyekapan dan Penyiksaan Wanita di Bandung: Hukum Berat!
Wisata Berbasis Budaya,...
Wisata Berbasis Budaya, Tabanan Gelar Parade Gebogan dan Baleganjur
BTS Pilih Konser di...
BTS Pilih Konser di GBK Ketimbang JIS, Pramono: Yang Penting Pajaknya Masuk Jakarta
Dari Barak Militer ke...
Dari Barak Militer ke Panggung Politik, Perjalanan Ferry Irawan Panglima Baru Perindo Sultra
Infografis
Rusia Sekarang Memiliki...
Rusia Sekarang Memiliki Hak Penuh Serang Target Milik NATO
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved