Jali-Jali Fest 2022 Digelar di Tebet, Narasumber: Perempuan dan Budaya Tak Terpisahkan
Jum'at, 05 Agustus 2022 - 22:33 WIB
loading...
A
A
A
“Eksistensi perempuan dalam budaya seringkali dikerdilkan. Padahal tanggung jawab perempuan dalam budaya sangat besar. Karena perempuan seringkali diharuskan menjadi contoh dalam bersikap, berpakaian, bertindak, tidak boleh keluar dari norma-norma,” kata Athika.
Budaya yang juga termasuk didalamnya perilaku menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam setiap sendi kehidupan manusia baik dalam hidup sehari-hari, berorganisasi maupun dalam lingkup pekerjaan. Terkadang perempuan menerima perlakuan tak menyenangkan karena dianggap tak setara dengan kaum laki-laki.
“Karena perempuan saya dianggap lemah, namun di satu sisi saya juga dianggap menjadi pesaing oleh salah satu laki-laki rekan kerja saya, ia mencoba menjatuhkan saya dengan berbagai cara termasuk mencoba menjebak saya dengan narkoba. Namun, hal tersebut bisa saya lewati,” kata Athika.
Menutup diskusi perempuan dalam budaya, Kanti dan Athika sepakat agar perempuan dan laki laki dapat setara dalam berbudaya, mendahulukan kemanusiaan, masyarakat juga semakin mempelajari kebudayaan yang ada di Indonesia untuk menghilangkan prasangka dan mengembalikan adat istiadat luhur bangsa yaitu gotong-royong dan toleransi.
Budaya yang juga termasuk didalamnya perilaku menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam setiap sendi kehidupan manusia baik dalam hidup sehari-hari, berorganisasi maupun dalam lingkup pekerjaan. Terkadang perempuan menerima perlakuan tak menyenangkan karena dianggap tak setara dengan kaum laki-laki.
“Karena perempuan saya dianggap lemah, namun di satu sisi saya juga dianggap menjadi pesaing oleh salah satu laki-laki rekan kerja saya, ia mencoba menjatuhkan saya dengan berbagai cara termasuk mencoba menjebak saya dengan narkoba. Namun, hal tersebut bisa saya lewati,” kata Athika.
Menutup diskusi perempuan dalam budaya, Kanti dan Athika sepakat agar perempuan dan laki laki dapat setara dalam berbudaya, mendahulukan kemanusiaan, masyarakat juga semakin mempelajari kebudayaan yang ada di Indonesia untuk menghilangkan prasangka dan mengembalikan adat istiadat luhur bangsa yaitu gotong-royong dan toleransi.
(mhd)
Lihat Juga :