PT DNR Tegaskan Tak Terlibat Kuburan Bansos Presiden di Depok
Rabu, 03 Agustus 2022 - 15:24 WIB
loading...
A
A
A
Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan menyebutkan JNE bekerja sama dengan PT DNR. Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, JNE diketahui bekerja sama dengan PT DNR selaku pemenang tender pengadaan paket sembako Bansos Presiden pada 2020.
Baca juga: Aroma Busuk Kuburan Bansos di Depok, Warga: Baju Kalau Dicuci Sekali Masih Bau
JNE kemudian ditugaskan mengantarkan paket sembako kepada penerima manfaat secara door to door khususnya di wilayah Depok sesuai data dari PT DNR.
Namun, sebagian sembako yang hendak didistribusikan ke wilayah Depok rusak karena terkena hujan ketika diambil pihak JNE dari gudang di kawasan Pulogadung, Jakarta Timur.
Atas dasar kerja sama itu, JNE merasa bertanggung jawab untuk mengganti rugi paket sembako rusak dengan barang yang baru. "Dikarenakan basah akibat kesalahan operasional pihak JNE, maka mereka mengganti dan tidak dibebankan kepada pemerintah," ujar Zulpan.
Paket sembako yang rusak kemudian ditimbun di lahan dekat Gudang JNE Cabang Depok. Sebab, pihak JNE merasa sudah menggantinya dengan barang baru. "Mereka anggap beras itu sudah jadi milik JNE karena telah mengganti kepada pemerintah," ucapnya.
Baca juga: Aroma Busuk Kuburan Bansos di Depok, Warga: Baju Kalau Dicuci Sekali Masih Bau
JNE kemudian ditugaskan mengantarkan paket sembako kepada penerima manfaat secara door to door khususnya di wilayah Depok sesuai data dari PT DNR.
Namun, sebagian sembako yang hendak didistribusikan ke wilayah Depok rusak karena terkena hujan ketika diambil pihak JNE dari gudang di kawasan Pulogadung, Jakarta Timur.
Atas dasar kerja sama itu, JNE merasa bertanggung jawab untuk mengganti rugi paket sembako rusak dengan barang yang baru. "Dikarenakan basah akibat kesalahan operasional pihak JNE, maka mereka mengganti dan tidak dibebankan kepada pemerintah," ujar Zulpan.
Paket sembako yang rusak kemudian ditimbun di lahan dekat Gudang JNE Cabang Depok. Sebab, pihak JNE merasa sudah menggantinya dengan barang baru. "Mereka anggap beras itu sudah jadi milik JNE karena telah mengganti kepada pemerintah," ucapnya.
(jon)
Lihat Juga :