Keluarga Korban Tewas Kerusuhan Suporter PSS Sleman Minta Polisi Usut Tuntas

Rabu, 03 Agustus 2022 - 14:42 WIB
loading...
Keluarga Korban Tewas...
Suasana di rumah duka korban salah sasaran saat kerusuhan suporter sepak bola.Foto/Erfan Erlin
A A A
SLEMAN - Juru Parkir sebuah swalayan di kawasan Babarsari, Tri Fajar Firmansyah (23) menjadi korban meninggal dalam kerusuhan supporter sepakbola 25 Juli 2022 yang lalu. Jenazah korban salah sasaran kerusuhan suporter sepakbola ini dimakamkan di tanah kelahirannya, Glendongan, Padukuhan Tambakbayan, Rabu (3/8/2022)

Kakak Ipar Tri Fajar, Hendra Karsandi mengatakan keluarga almarhum sangat sedih dengan kepergian anak bungsu di keluarga tersebut. Mereka meminta pihak kepolisian mengusut tuntas peristiwa yang menyebabkan hilangnya nyawa saudara mereka.

"Kami berharap hukum seadil-adilnya agar tidak terulang kembali peristiwa serupa di kemudian hari,"tutur Hendra sebelum pemakaman.

Karena adik iparnya meregang nyawa akibat pengeroyokan oknum suporter sepak bola, keluarga menginginkan agar proses hukum bagi tersangka terus berlanjut seadil-adilnya. Terlebih adik iparnya tidak mengetahui apa-apa berkaitan kejadian waktu itu.

Baca juga: Fans PSS Sleman Tewas Jadi Korban Salah Sasaran Kerusuhan Suporter, Slemania Berduka

Hendra mengungkapkan, Fajar adalah anak bungsu di keluarga tersebut. dan sejatinya Tri Fajar bukanlah juru parkir di tempat tersebut. Fajar sehari-hari berprofesi sebagai driver ojek jasa pengantar makanan online. Ia di lokasi kejadian karena tengah mengunjungi rekannya.

Petugas parkir di tempat tersebut kebetulan adalah teman dari Fajar. Dan kala itu, Fajar tengah mengunjungi rekannya yang bertugas sebagai juru parkir di tempat tersebut. Saat menemui rekannya, Fajar tidak mengetahui jika ada kericuhan suporter sepakbola.

"Dia tidak tahu kalau ada rombongan ramai-ramai. Saat itu ia kaget dan ia sempat lari namun terjatuh. Fajar sempat terbangun lagi berusaha lari menghindar," kata dia.

Setelah itu, korban baru menyadari jika dirinya sudah berada di tengah rombongan suporter. Mungkin karena bukan rekan dari para suporter tersebut, Fajar akhirnya menjadi sasaran bulan-bulanan rombongan suporter yang ia tidak kenal sebelumnya.

Fajar yang tak memiliki rekan akhirnya menerima berbagai pukulan. Akibatnya, korban mengalami luka parah di kepala sisi sebelah kanan, tepatnya di atas telinga. Usai rombongan suporter tersebut pergi, rekan-rekannya di tempat tersebut langsung melarikan Fajar ke Rumah Sakit. "Fajar dibawa ke RSPAU Hardjo Lukito,"ungkapnya.

Berdasarkan yang ia ketahui, fajar mengalami luka pembekakan di atas teliinga kanannya. Bahkan luka tersebut sempat mengeluarkan cairan serta tempurung pecah. Korban dirawat di rumah sakit tersebut dalam kondisi kritis dan harus menggunakan beberapa alat bantu.

Kondisi korban selanjutnya naik turun atau terus mengalami fluktuasi. Fajar sudah tidak sadarkan diri sejak pertama kali dibawa ke RSPAU Harjolukito hingga mengembuskan napas terakhir, Selasa (2/8/2022) kemarin. Sehingga Fajar sama sekali tidak bisa diajak berkomunikasi.

"Dia tak sadarkan diri selama 7 hari. Kami sangat kehilangan. Apalagi dia adalah orang yang sangat baik,"terangnya.

Hendra mengatakan, adik iparnya selama ini dikenal sebagai seorang pemuda yang baik, loyal terhadap semua anggota keluarga dan kerabat. fajar juga dikenal sebagai pribadi yang sangat ceria dan sangat jarang terlihat sedih ataupun terlihat menyimpan masalah.

Sementara itu, Ketua RT 13 RW 04 Glendongan, Padukuhan Tambakbayan, Sabardi menyatakan, Fajar dikenal warga sebagai pemuda baik, aktif dalam kegiatan bermasyarakat. Fajar juga tidak pernah berbuat hal yang 'neko-neko' di tempat tinggalnya. "Anaknya itu baik dan tertib. Tidak pernah aing-aing (aneh-aneh),"terang dia.

Sabardi tahu jika korban juga bekerja untuk meringankan beban orang tuanya. Meskipun anak bungsu, ternyata korban tidak pernah manja dengan keadaan. Korban sudah terlihat mandiri sejak sekolah, di mana jarang merepotkan orangtua atau keluarganya.
(msd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
2 WNA Ditemukan Tewas...
2 WNA Ditemukan Tewas di Apartemen Jakbar
Persib Juara Super League,...
Persib Juara Super League, Ribuan Bobotoh Tumpah Ruah di Fly Over Pasopati
Kecelakaan Maut Bus...
Kecelakaan Maut Bus Vs Truk Tangki di Sumsel, Mayoritas Korban Hangus Terbakar
Kronologi 16 Tewas Kecelakaan...
Kronologi 16 Tewas Kecelakaan Maut Bus Vs Truk Tangki di Sumsel, Korban Terjepit Dievakuasi
Perayaan 1 Dekade, Environesia...
Perayaan 1 Dekade, Environesia Group Gelar Aksi Donor Darah
Ahli Hukum Nilai Kasus...
Ahli Hukum Nilai Kasus Sri Purnomo Dipaksakan, Tak Bisa Dihukum jika Tidak Ada Mens Rea
Kelompok Suporter Eropa...
Kelompok Suporter Eropa Kritik FIFA: Tribun Piala Dunia 2026 Minim Pemisahan Penonton
Dompet Suporter Inggris...
Dompet Suporter Inggris KO Jelang Kontra Kroasia
Fans Jepang Punguti...
Fans Jepang Punguti Sampah Usai Jepang Imbangi Belanda 2-2
Rekomendasi
Qodari: Stimulus Tarif...
Qodari: Stimulus Tarif Transportasi Dikucurkan saat Libur Sekolah dan Nataru
Bintang Piala Dunia...
Bintang Piala Dunia 2026 Elye Wahi Diduga Terlibat Pengaturan Skor
Kejagung Segel Gudang...
Kejagung Segel Gudang Motor Listrik Milik BGN di Bogor
Berita Terkini
BMKG Catat 612 Gempa...
BMKG Catat 612 Gempa Susulan Guncang Sulteng usai Gempa Besar M6,7
Pegadaian Kanwil IX...
Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal Gratis di Dua Lokasi
Rencana Aksi Lagi di...
Rencana Aksi Lagi di Bundaran HI, Ketua BEM UI Ingin Dobrak Kemacetan Mobilitas Sosial
Viral Gunung Lawu Akan...
Viral Gunung Lawu Akan Erupsi Besar, Badan Geologi: Hoaks!
Besok Eksekusi Lahan...
Besok Eksekusi Lahan Hotel Sultan, Sejumlah Akses Menuju GBK Ditutup
Divonis 6 Tahun Penjara,...
Divonis 6 Tahun Penjara, Pengusaha Jambi Bengawan Kamto Tempuh Banding
Infografis
Khamenei Tewas, 4 Nama...
Khamenei Tewas, 4 Nama Masuk Bursa Calon Pemimpin Tertinggi Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved