Petani di Gowa Didorong Lakukan Asuransi Tanaman
Selasa, 02 Agustus 2022 - 12:44 WIB
loading...
Suasana coffee morning Pemkab Gowa yang dihadiri Bupati Adnan Purichta Ichsan, Senin (1/8/2022). Foto: SINDOnews/Herni Amir
A
A
A
MAKASSAR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa mendorong petani yang ada di daerah berjuluk Butta Bersejarah ini untuk melakukan asuransi usaha tanaman padi atau AUTP.
Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, Nurlyah Djamir mengatakan, hal ini penting untuk dilakukan, karena AUTP bersifat melindungi petani jika terjadi kegagalan panen.
Baca juga:Gandeng Telkom Indonesia, Gowa Siap Menunju Smart City
"Sehingga ketika dia (petani) ada gagal panen, bisa diganti biaya produksinya. Apalagi dengan perubahan cuaca yang bisa ikut mempengaruhi kondisi di Kabupaten Gowa," ungkapnya, saat Coffee Morning antara Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan bersama pimpinan dan jajaran SKPD, Senin (1/8/2022).
Adapun produksi padi di Kabupaten Gowa pada tahun 2020 mencapai 416.778 ton. Produksi itu mengalami peningkatan di tahun 2021 di angka 423.480 ton.
Menurut Nurlyah, sebagai langkah untuk menjaga produktivistas hasil pertanian, pihaknya juga melakukan peningkatan indeks pertanaman (IP). Jika selama ini hanya dua kali panen, maka ke depan akan dimaksimalkan agar bisa panen 3 kali, bahkan empat kali dalam setahun.
Salah satu upaya yang dilakukan dengan membuat demplot IP 400 untuk tanaman empat kali seluas 50 Ha, di Bajeng 30 Ha dan Bajeng Barat 20 Ha. "Kalau ini bisa, maka kami akan meminta kembali bibit genjah yaitu benih padi yang cepat masa panennya," ucapnya.
Baca juga:Adnan Minta Sawah di Gowa Berproduksi 3 Kali Setahun
Saat ini, 54,69 % daerah di Indonesia sudah memasuki musim kemarau . Tentu ini akan berdampak pada produktifitas pertanian dan perkebunan dan lainnya mengalami penurunan, terutama wilayah pertanian yang mengandalkan tanah hujan.
Karena itu perlu dilakukan perencanaan yang baik dalam menghadapi kemarau panjang yang diprediksi oleh BMKG.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Gowa, Fajaruddin menyebutkan, beberapa langkah yang akan dilakukan untuk menjaga produktifitas hasil pertanian di Kabupaten Gowa yakni meminta petani untuk menanam varietas padi yang tahan terhadap kekeringan.
Salah satunya dengan menganjurkan para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) sosialisasi kepada petani untuk memilih varietas padi yang tahan terhadap kekeringan seperti jenis Impari.
Baca juga:Kabupaten Gowa Masuk Nominasi Program Kampung Iklim dari KLHK RI
Selain itu, memaksimalkan pompanisasi serta menyiagakan petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT).
“Selain itu, kami juga akan memaksimalkan penggunaan gudang yang ada untuk ketersedian stok beras dan mendorong pemilik Rice Milling Unit (RMU) untuk menyimpan hasil penggilingannya di tempat masing-masing,” tambahnya.
Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, Nurlyah Djamir mengatakan, hal ini penting untuk dilakukan, karena AUTP bersifat melindungi petani jika terjadi kegagalan panen.
Baca juga:Gandeng Telkom Indonesia, Gowa Siap Menunju Smart City
"Sehingga ketika dia (petani) ada gagal panen, bisa diganti biaya produksinya. Apalagi dengan perubahan cuaca yang bisa ikut mempengaruhi kondisi di Kabupaten Gowa," ungkapnya, saat Coffee Morning antara Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan bersama pimpinan dan jajaran SKPD, Senin (1/8/2022).
Adapun produksi padi di Kabupaten Gowa pada tahun 2020 mencapai 416.778 ton. Produksi itu mengalami peningkatan di tahun 2021 di angka 423.480 ton.
Menurut Nurlyah, sebagai langkah untuk menjaga produktivistas hasil pertanian, pihaknya juga melakukan peningkatan indeks pertanaman (IP). Jika selama ini hanya dua kali panen, maka ke depan akan dimaksimalkan agar bisa panen 3 kali, bahkan empat kali dalam setahun.
Salah satu upaya yang dilakukan dengan membuat demplot IP 400 untuk tanaman empat kali seluas 50 Ha, di Bajeng 30 Ha dan Bajeng Barat 20 Ha. "Kalau ini bisa, maka kami akan meminta kembali bibit genjah yaitu benih padi yang cepat masa panennya," ucapnya.
Baca juga:Adnan Minta Sawah di Gowa Berproduksi 3 Kali Setahun
Saat ini, 54,69 % daerah di Indonesia sudah memasuki musim kemarau . Tentu ini akan berdampak pada produktifitas pertanian dan perkebunan dan lainnya mengalami penurunan, terutama wilayah pertanian yang mengandalkan tanah hujan.
Karena itu perlu dilakukan perencanaan yang baik dalam menghadapi kemarau panjang yang diprediksi oleh BMKG.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Gowa, Fajaruddin menyebutkan, beberapa langkah yang akan dilakukan untuk menjaga produktifitas hasil pertanian di Kabupaten Gowa yakni meminta petani untuk menanam varietas padi yang tahan terhadap kekeringan.
Salah satunya dengan menganjurkan para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) sosialisasi kepada petani untuk memilih varietas padi yang tahan terhadap kekeringan seperti jenis Impari.
Baca juga:Kabupaten Gowa Masuk Nominasi Program Kampung Iklim dari KLHK RI
Selain itu, memaksimalkan pompanisasi serta menyiagakan petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT).
“Selain itu, kami juga akan memaksimalkan penggunaan gudang yang ada untuk ketersedian stok beras dan mendorong pemilik Rice Milling Unit (RMU) untuk menyimpan hasil penggilingannya di tempat masing-masing,” tambahnya.
(luq)
Lihat Juga :