Pengakuan JNE, Beras Bansos Presiden yang Dikubur Rusak karena Hujan

Selasa, 02 Agustus 2022 - 09:36 WIB
loading...
Pengakuan JNE, Beras...
Polisi telah memeriksa Kemensos dan JNE Pusat terkait penimbunan beras Bansos Presiden di tanah kawasan Tirtajaya, Sukmajaya, Depok. Foto: Ilustrasi/Dok SINDOnews
A A A
JAKARTA - Polisi telah memeriksa Kementerian Sosial dan JNE Pusat terkait penimbunan beras Bansos Presiden di tanah kawasan Tirtajaya, Sukmajaya, Depok. Berdasarkan pengakuan JNE, beras tersebut basah dan rusak akibat kehujanan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan mengatakan, penyidik Polres Metro Depok telah meminta keterangan Samsul Jamaludin yang merupakan perwakilan JNE dan Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial dan Non Alam Kemensos Mira Riyati Kurniasih.
Baca juga: Kuburan Bansos Presiden di Depok, Warga Tirtajaya Justru Tahu dari YouTube

Berdasarkan pemeriksaan terhadap Samsul diketahui JNE bekerja sama dengan PT DNR sebagai pemenang vendor untuk mendistribusikan beras bansos dari pemerintah untuk wilayah Depok pada 2020. JNE mengantarkan beras bansos tersebut ke dalam daftar penerima yang dibuat pemerintah.

Setelah beras disiapkan PT DNR kemudian JNE mengambil beras bansos tersebut di Gudang Bulog Pulogadung, Jakarta Timur. Ketika JNE mengantarkan beras ke Depok mengalami gangguan di perjalanan. Beras yang dibawa basah setelah diguyur hujan hingga rusak.

"Dikarenakan beras basah maka itu menurut JNE adalah tanggung jawab JNE dan beras sudah diganti oleh pihak JNE dengan paket lainnya yang setara," ujar Zulpan, Selasa (2/8/2022).
Baca juga: Mengejutkan! Pengakuan Tukang Gali Penimbunan Bansos Presiden di Tanah Depok

Dia menuturkan klaim JNE itu tidak dapat dipastikan kebenarannya karena belum menunjukkan dokumennya termasuk orang-orang yang mendapat penggantian beras yang rusak tersebut.

"Berdasarkan keterangan pihak JNE dikarenakan basah akibat kesalahan operasional pihak JNE, maka mereka menggantinya dan tidak dibebankan kepada pemerintah dan atas kejadian ini mereka mengatakan telah melakukan pembayaran ke pemerintah kemudian beras yang ditimbun adalah beras rusak," jelasnya.

Menurut pengakuan JNE sebagaimana tersebar di media sosial bahwa beras yang dikubur adalah beras basah dan rusak dalam perjalanan pengambilan dari gudang Bulog. "Keterangan ini (pihak JNE) belum didukung dokumen," ucap Zulpan.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Digitalisasi Data, Penerima...
Digitalisasi Data, Penerima Bansos Diverifikasi lewat Pengenalan Wajah
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
Israel Bunuh 3 Tentara...
Israel Bunuh 3 Tentara Lebanon, Presiden Aoun Murka
Rekomendasi
Timnas Korea Selatan...
Timnas Korea Selatan Boikot Delegasi Pers Negaranya di Piala Dunia 2026
Media Asing Soroti Aksi...
Media Asing Soroti Aksi Demo Mahasiswa terhadap Kebijakan Pemerintah Indonesia
Diskusi Budiman-Nusron-Sudaryono...
Diskusi Budiman-Nusron-Sudaryono di UGM Dibubarkan Mahasiswa, Qodari: Kalau Hanya Tuntutan, Bukan Demokrasi
Berita Terkini
Aliansi Masyarakat Jakarta...
Aliansi Masyarakat Jakarta Timur Minta Program MBG Dilanjutkan
Polisi Persilakan Tiyo...
Polisi Persilakan Tiyo Ardianto Bikin Laporan Dugaan Temuan Alat Pelacak di Mobil
Kasus Andrie Yunus,...
Kasus Andrie Yunus, Koordinator Kontras Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya
Akses Jalan Medan Merdeka...
Akses Jalan Medan Merdeka Selatan ke Patung Kuda Ditutup Imbas Demo Serikat Pekerja
Galungan Jadi Momentum...
Galungan Jadi Momentum Jaga Budaya Bali, Partai Perindo Ajak Perkuat Persatuan
Gempa M 5,0 Guncang...
Gempa M 5,0 Guncang NTT, Tidak Berpotensi Tsunami
Infografis
Penerima Bansos 2026...
Penerima Bansos 2026 Wajib Tahu! Ini Penjelasan Desil yang Jadi Penentu Kelayakan Bantuan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved