Bocah 3 Tahun Disunat Jin di Tangsel, Ceritanya Bikin Merinding
Minggu, 28 Juni 2020 - 19:19 WIB
loading...
A
A
A
Dilanjutkan Afiatun, sekira pukul 21.00 WIB, Gazi dijemput pulang oleh kakaknya. Saat itu semua berjalan seperti biasa tanpa ada keluhan apapun. Namun sekira pukul 23.00 WIB, Gazi nampak memegangi alat kelaminnya sambil mengaduh sedikit rasa nyeri. (Baca: 42 PSK Online dan Pasangan Selingkuh Terjaring Ngamar di Tangsel)
"Jam 11 malam, dia ngomong ke saya kalau merasa nyeri. Terus saya cek, ternyata itu sudah kondisinya persis yang sudah sunat. Bapaknya juga awalnya enggak tahu, waktu saya tunjukkin pada kaget. Dicek lagi buat memastikan kondisinya emang sudah kayak orang sunat jalan sebulan, jadi rapi benar," ujarnya.
Was-was terjadi sesuatu pada putra bungsunya, Rahmat dan Afiatun perlahan mengajak Gazi bercerita aktivitas apa saja yang dilakukan saat bermain di luar rumah malam itu. Akhirnya diperoleh kesaksian, jika Gazi dan kedua bocah temannya sempat didatangi "dokter" dan meminta ketiganya untuk duduk.
"Dia bilang didatangi "dokter", terus dipegang disuruh duduk. Tapi karena 2 anak lainnya kan perempuan, terus anak-anak itu dibiarin pergi sama orang yang disebut "dokter" itu. Kalau anak saya dipegang, sudah begitu aja. Anak saya juga enggak ngadu apa-apa waktu itu, kayak abis main biasa aja," jelasnya.
Keesokan harinya, cerita itu kian ramai menyebar di lingkungan warga sekitar. Para tetangga pun berdatangan silih berganti mengecek kondisi Gazi. Semua merasa aneh dan bingung, karena tak mampu memahami secara logis soal kejadian itu.
"Jam 11 malam, dia ngomong ke saya kalau merasa nyeri. Terus saya cek, ternyata itu sudah kondisinya persis yang sudah sunat. Bapaknya juga awalnya enggak tahu, waktu saya tunjukkin pada kaget. Dicek lagi buat memastikan kondisinya emang sudah kayak orang sunat jalan sebulan, jadi rapi benar," ujarnya.
Was-was terjadi sesuatu pada putra bungsunya, Rahmat dan Afiatun perlahan mengajak Gazi bercerita aktivitas apa saja yang dilakukan saat bermain di luar rumah malam itu. Akhirnya diperoleh kesaksian, jika Gazi dan kedua bocah temannya sempat didatangi "dokter" dan meminta ketiganya untuk duduk.
"Dia bilang didatangi "dokter", terus dipegang disuruh duduk. Tapi karena 2 anak lainnya kan perempuan, terus anak-anak itu dibiarin pergi sama orang yang disebut "dokter" itu. Kalau anak saya dipegang, sudah begitu aja. Anak saya juga enggak ngadu apa-apa waktu itu, kayak abis main biasa aja," jelasnya.
Keesokan harinya, cerita itu kian ramai menyebar di lingkungan warga sekitar. Para tetangga pun berdatangan silih berganti mengecek kondisi Gazi. Semua merasa aneh dan bingung, karena tak mampu memahami secara logis soal kejadian itu.
Lihat Juga :